Di sisi lain, Ramadan juga menjadi momentum pemulihan identitas Islam pasca-era Soviet. Masjid-masjid yang dahulu ditutup atau dihancurkan, kini dibangun kembali dengan megah.
Generasi muda Muslim Rusia, yang tumbuh dalam kebebasan beragama pasca-1990-an, semakin antusias mempelajari Al-Qur’an dan terlibat dalam kegiatan dakwah digital.
Meskipun dapat sanksi dari barat, Platform media sosial yang sering digunakan untuk menyiarkan ceramah, mengingatkan waktu imsak, atau sekadar berbagi resep hidangan berbuka khas daerah mereka.
Baca juga: Jelajahi Dubai saat Ramadan, Merasakan Siang yang Tenang dan Malam yang Meriah
Pada akhirnya, Ramadan di Rusia adalah kisah tentang ketahanan dan harmoni. Di Moskow, ia menjadi simbol integrasi Muslim dalam masyarakat multicultural, ia mengukuhkan identitas budaya yang berpadu dengan iman.
Dari masjid-masjid megah hingga dapur-dapur komunitas yang sederhana, semangat berbagi, refleksi, dan kebersamaan menjadi benang merah yang menyatukan Muslim Rusia dalam keberagaman cara mereka menjalani bulan suci di tahun ini.
Baca tanpa iklan