News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Jika RA Kartini Hidup Saat Ini

Editor: Suut Amdani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HARI KARTINI - Penumpang perempuan melewati gate khusus di Halte TransJakarta Bundaran HI, Jakarta, Senin (21/4/2025). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggratiskan penumpang perempuan yang menggunakan layanan TransJakarta, MRT, dan LRT dalam rangka memperingati Hari Kartini. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Oleh: Xavier Quentin Pranata, kolumnis.

SAAT membuka media daring arus utama, saya tidak menemukan berita tentang wanita yang menarik untuk saya baca. 

Namun, saat beralih ke berita yang lagi hangat, nama Nathalie Holscher, Paula Verhoeven dan Kesha Ratuliu yang muncul, yang pertama tentang saweran, yang kedua kasus perceraian dan yang ketiga tentang sterilisasi usai melahirkan.

Bukan berita yang saya harapkan, yaitu  berita tentang wanita tangguh Indonesia di berbagai lini kehidupan.

Saya sebenarnya mencari tokoh-tokoh wanita inspiratif yang bisa jadi obor bagi bangsanya.

Bukannya tanggal 21 April ini Hari Kartini?

Masa tidak ada wanita yang punya kaliber besar untuk ditokohkan?

Saya lebih suka lagi jika ada wanita  yang karena dimarginalkan oleh berbagai sikon kehidupan—diceraikan, ditinggal begitu saja dan ditinggal menikah lagi sama suami atau ditinggal selamanya oleh belahan jiwanya—justru survive bahkan membumbung tinggi menantang elang.

Saya pernah mewawancari seorang sopir bus wanita yang melakukan tugas beratnya untuk membesarkan anak-anaknya.

lihat foto Xavier Quentin Pranata, penulis buku dan kolumnis.

Sebagai single mother, dia menjalani hidupnya dengan ceria meski lelah, tangguh tanpa mengeluh meskipun ada banyak alasan untuk mengaduh.

Saya percaya masih banyak wanita di luar sana—yang karena tidak terjangkau berita—punya mental baja yang layak diacungi jempol.

Seandainya RA Kartini hidup saat ini, apakah beliau bangga bahkan terharu dengan kegigihan wanita zaman now?

Atau sebaliknya menangis bersama Ibu Pertiwi karena berbagai hal negatif yang dilakukan kaumnya?

Bagi predator berita berita terkini, saya haus dengan cerita inspiratif tentang wanita tangguh yang tidak suka mengeluh, apalagi bikin gaduh karena harga dirinya tersentuh.

Saya bangga dengan para wanita yang meskipun ada 1001 alasan untuk menyerah, namun terus saja berjuang karena hidup memang layak untuk diperjuangkan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini