Adaptif juga bukan kebaruan, melainkan kelanjutan dari sejarah panjang perlawanan terhadap hukum yang membungkam suara dan hati nurani masyarakat.
Kita tidak sedang menciptakan sesuatu yang baru. Kita sedang menghidupkan kembali jantung hukum yang sebenarnya, yakni hukum yang memiliki keberpihakan terhadap sejarah panjang kemanusiaan. (*)
Baca tanpa iklan