News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Sejarah dalam Narasi Otoritarianisme 

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PENULISAN ULANG SEJARAH - Dr Eko Wahyuanto, adalah Dosen Sekolah Tinggi Multimedia ST-MMTC Yogyakarta. Sejarah bukanlah soal kebanggaan semata, ia medium sakral untuk belajar, ruang luka, dan ruang harapan. Jika kita ingin membangun bangsa beradab, maka kita harus berani menuliskan sejarah dengan jujur, sekalipun itu pahit

Dalam era keterbukaan informasi dan demokrasi digital, kontrol tunggal atas narasi justru menjadi bentuk otoritarianisme gaya baru.

Penulisan sejarah “resmi” oleh negara bukan hanya "anakronistik", tapi juga berlawanan dengan semangat 'good governance' dan 'open government partnership' yang sejak awal diadopsi Indonesia.

Sejarah bukanlah soal kebanggaan semata, ia medium sakral untuk belajar, ruang luka, dan ruang harapan.

Jika kita ingin membangun bangsa beradab, maka kita harus berani menuliskan sejarah dengan jujur, sekalipun itu pahit. Hanya bangsa yang berani l menulis sejarahnya sendiri dengan jujur, yang akan menatap masa depan dengan penuh tanggung jawab. Ingat, jika suatu "rezim berusaha membengkokkan sejarah, maka rezim baru akan meluruskan.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini