News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Patriotisme Konstitusional, Jalan Baru Sinergi Militer dan Demokrasi

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ABI REKSO - Patriotisme Konstitusional: jalan sinergi sipil dan militer demi demokrasi yang kokoh dan berpihak pada kepentingan rakyat.”

Abi Rekso 

Sekretaris Eksekutif Said Aqil Sirodj Institute 

Riwayat Pendidikan 

  • SMA Negeri 46 Jakarta
    02.2003 - 03.2006 
  • Universitas Sumatera Utara (USU)
    Medan Jurusan Ilmu Politik 
    04.2006 - 07.2011 

Riwayat Pekerjaan  

  • Independent Commissioner 
    PT. Patra Trading (Pertamina Group)
    11.2023 - Current 
  • Executive Secretary
    Said Aqil Sirodj Institute
    01.2018 - Current 
  • Business Analyst
    PT. Inerco Global Ltd
    07.2014 - Current 

TRIBUNNEWS.COM - Saya menilai konsep Patriotisme Konstitusional dapat menjadi jalan baru kontribusi militer dalam memperkuat demokrasi dan stabilitas nasional. 

Pengalaman sejarah Indonesia menunjukkan militer sejak awal lahir dari kesadaran perjuangan rakyat. Karena itu, dikotomi sipil-militer dinilai tidak relvan lagi dalam pembangunan demokrasi modern. 

Memposisikan militer sebagai musuh demokrasi adalah keliru. Justru diperlukan transaksi norma dan nilai antara sipil dan militer demi lahirnya kepemimpinan nasional yang patriotik. 

Patriotisme Konstitusional bukanlah bentuk nasionalisme sempit, melainkan semangat keterbukaan yang tetap mengutamakan kepentingan rakyat dalam bingkai konstitusi.  

Saya juga mengkritik partai politik yang dianggap gagal melahirkan pemimpin berintegritas dan hanya menampilkan “orang berisik, bukan orang berisi. 

Konsep ini menjadi alternatif diskursus penting agar demokrasi Indonesia tidak kehilangan arah dan tetap berakar pada semangat perjuangan kemerdekaan

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini