News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Program Makan Bergizi Gratis

Makan Bergizi Gratis: Manajemen Pertahanan Jangka Panjang

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAKAN BERGIZI GRATIS - Anak-anak menikmati makan bergizi gratis di sekolah. Program ini jadi fondasi ketahanan nasional, bukan sekadar proyek sosial.

Kolonel Tek. Dr. Ir. Hikmat Zakky Almubaroq, S.Pd., M.Si.

  • Akademisi dan praktisi pertahanan 
  • Kepala Program Studi S2 Kelas Internasional Manajemen Pertahanan di Fakultas Manajemen Pertahanan, Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI)

Profil Singkat:

Lulusan: Akademi Angkatan Udara (1994)

Gelar Akademik: Doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Jabatan Sebelumnya: Kepala Subdirektorat Pengkajian Internasional di Lemhannas RI

Keterlibatan Nasional: Pernah menjadi anggota Tim Kajian Dewan Pertimbangan Presiden RI (2018)

Kiprah Internasional: Terlibat dalam berbagai forum seperti ASEAN Defence Senior Official Meeting (ADSOM), High Level Committee Malaysia-Indonesia (HLC MALINDO), dan lainnya

Aktif sebagai Pembicara: Di berbagai universitas seperti Telkom University, Universitas Mercu Buana, President University, dan Universitas Pendidikan Indonesia

Ia dikenal karena kontribusinya dalam bidang manajemen pertahanan, geopolitik, dan pendidikan strategis, serta aktif menulis dan berbicara di forum nasional dan internasional

TRIBUNNEWS.COM - Perdebatan soal alokasi anggaran ratusan triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini menjadi salah satu isu panas di ruang publik.

Kritik keras muncul, menuduh kebijakan ini sebagai proyek populis semata, bahkan disebut sekadar alat pencitraan politik. Kekhawatiran itu wajar, terlebih jika pelaksanaannya kelak tidak transparan, rawan inefisiensi, dan sarat kepentingan elektoral.

Namun, di tengah riuh kritik tersebut, ada pertanyaan yang sering terlewat:benarkah program gizi gratis ini sekadar pencitraan, atau justru strategi jangka panjang dalam manajemen pertahanan negara?

Gizi sebagai Fondasi Pertahanan

Sehebat apa pun kurikulum, secanggih apa pun alutsista, dan semegah apa pun pangkalan militer, semuanya akan rapuh jika generasi penerus tumbuh dengan gizi buruk.

Anak yang kekurangan gizi bukan hanya gagal menyerap ilmu, tetapi juga tumbuh menjadi sumber daya manusia yang lemah, baik secara fisik maupun kognitif.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini