News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Perspektif Stoikisme dalam Kehidupan Mahasiswa Baru

Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OVERTHINKING - Ilustrasi seorang mahasiswa baru yang overthinking, diambil dari freepik.com, Rabu (1/10/2025). Sebagai makhluk sosial, kita sering kali overthinking terhadap lingkungan sekitar. Penelitian juga menunjukkan, mahasiswa sering mengalami kecemasan saat menghadapi ujian atau saat menyusun tugas akhir, terutama skripsi.

Fenomena ini sering dan wajar terjadi dalam kehidupan bersosial. Yang perlu diketahui, kritik atau gosip tidak selalu tentang pandangan negatif. 

Dalam berkehidupan sosial, kita sangat membutuhkan kritik untuk membangun dan mengevaluasi diri. Nah, Stoikisme mengajarkan untuk mengambil hal positif dari apa yang terjadi di lingkungan sosial.

Sikapi dengan bijak saat ada orang berpendapat lain tentang diri kita. Jangan langsung mengambil keputusan, orang itu membenci kita. 

Selalu ambil hal positif dari apa yang terjadi di lingkungan sosial. Dengan begitu, hidup kita bisa lebih tenang karena perspektif kita tidak selalu negatif terhadap sesuatu.

4. Menyadari Kefanaan

Terakhir, Stoikisme menyadarkan bahwa cepat atau lambat kita semua akan menghadapi kematian. Oleh karena itu, hargai hidup dengan melakukan segala sesuatu di kehidupan yang dijalani. 

Manfaatkan waktu dengan baik, syukuri kehidupan yang dijalani, dan lakukan meskipun terkadang kita merasa takut dan lelah untuk melangkah. Ada rasa penyesalan yang muncul ketika kita tidak melakukan sesuatu secara sungguh-sungguh.

Pada akhirnya, Stoikisme adalah ajaran yang masih sangat relevan dan dibutuhkan sampai hari ini.

Sebagai makhluk sosial, prinsip Stoik bisa menjadi pegangan atau pandangan untuk tetap merasa tenang, tegar, dan bijak dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan sosial.

Stoikisme tidak sekadar teori filsafat, tapi berkontribusi pada keseimbangan di masyarakat. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini