Ruang digital masa depan memerlukan regulasi yang menyentuh arsitektur algoritma dan transparansi model AI, sebuah area yang belum tersentuh oleh kebijakan saat ini.
Pada akhirnya, kebijakan Menkomdigi 2025 adalah langkah awal yang penting, namun tidak cukup. Untuk membangun iklim digital yang benar-benar sehat, Indonesia harus beralih dari pendekatan yang kaku ke model tata kelola yang tangkas (agile governance).
Daripada hanya berfokus pada pemblokiran konten, yang seringkali tidak efektif, sumber daya harus dialihkan secara masif untuk membangun pertahanan paling fundamental: literasi digital kritis.
Memberdayakan warga untuk berpikir kritis, mengenali manipulasi, dan memverifikasi informasi adalah investasi terbaik untuk memastikan ruang digital Indonesia tidak hanya aman, tetapi juga sehat dan demokratis dalam jangka panjang.
Baca tanpa iklan