News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Merdeka Bung!

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Andi Muhammad Jufri, Tenaga Ahli Wamen KPPPA /Tim Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar KL- BNPT Tahun 2017-2024.

Andi Muhammad Jufri, M.Si

Praktisi Pembangunan Sosial 

Pendidikan : 

S1, Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas (1992-1998) 

S2, Manejeman Pembangunan Sosial, Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Indonesia (2004 -2006) 

Bekerja :

Community Development Specialis di Yayasan Nurani Dunia (2006 -2014) 

Tim Leader Pemberdayaan Kegiatan Sinergisitas Antar Kementerian
/Lembaga Program Penanggulangan Terorisme,  BNPT (2017 -2024) 

Tenaga Ahli Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, KPPPA (2025 - sekarang) 

Domisili

Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang,Banten. 

TRIBUNNEWS.COM - Keringat dan darah para pejuang merebut kemerdekaan, 17 Agustus 1945, belum lagi kering. Namun, Proklamasi Kemerdekaan itu, telah melegakan napas para pejuang dan rakyat Indonesia. Walau berbekal radio, selebaran dan mural tembok,  " Merdeka Bung" tertulis, terdengar, dan menjadi teriakan para pejuang ketika bersua. 

Kegembiraan atas kemerdekaan itu, tidak membuat para elit negeri terlena. Lima hari setelah Merdeka (22 Agustus 2025), mereka yang berjuang, baik prajurit terlatih binaan Jepang (Peta, Heiho), maupun organisasi, kelompok masyarakat dan pemuda,  yang berminat menjadi benteng negeri, dikonsolidasi menjadi Badan Keamanan Rakyat.

Sebulan lebih, setelah merdeka (29 September 1945), eksistensi negeri terancam. Belanda (NICA- Nederlands Indies Civil Affair Officier),  memboncengi sekutu untuk kembali merebut nusantara. Keringat dan darah para pejuang dan rakyat Indonesia mendidih. 

"Merdeka Bung" semakin bergelora di seluruh penjuru negeri. Dengan bambu runcing, Jepang dilucuti, gedung vital diduduki. Para pemuda, melampiaskan semangat merdeka dengan coretan di berbagai tempat, bis, kereta, pagar, tembok dan lain-lain. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini