Bahkan yang menyedihkan, narasi politis ini memanfaatkan sentimen dan tudingan keadilan Jawa-Luar Jawa.
Dengan bobot percakapan mencapai 10 persen lintas platform, narasi politis ini mencoba membakar sentimen tidak adil karena bencana terjadi di Sumatera dan bukan di Jawa.
Seluruh narasi dengan tema diatas berujung pada upaya meyakinkan publik bahwa pemerintah tidak sanggup dan terjadi ketidakadilan penanganan karena kejadian bencana tidak terjadi di Jawa atau Jakarta.
Narasi ini jelas mengandung unsur pecah belah dan sangat politis sekali.
Ketika ditanya seberapa besar perhatian publik Indonesia terhadap kejadian bencana ini.
Data ini menegaskan bahwa isu bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar menjadi sorotan luas, sekaligus menggambarkan kuatnya empati publik terhadap korban di daerah terdampak.
Baca tanpa iklan