Pastor Yosafat Ivo OFMCap
Ketua Komisi Kerawam Keuskupan Agung Medan
Makna Gua Natal
Paus emeritus Benedictus XVI mengatakan Gua Natal adalah media yang significant membantu umat menghadirkan suasana tempat Yesus lahir. Makna lain ialah sebagai alat sederhana membantu umat menyerap makna natal yang sesungguhnya.
Dan makna ketiga yang diutarakan oleh Paus yang dijuluki sebagai teolog sejati ini bahwa gua natal adalah sebuah daya imaginasi dan kreatifitas membantu penghayatan iman (doa).
Spirit Gua Natal menjangkau seluruh dunia dan merupakan simbol Bethelem Yudea hadir di tengah kita. Gua Natal adalah simbol persatuan seluruh Umat Kristen di seluruh dunia. Kristus yang mempersatukan kita.
Sementara Paus Fransiskus dalam surat apostoliknya Admirabile Signum 1 Desember 2019 mengatakan bahwa Gua Natal melukiskan suatu kisah yang membangkitkan kekaguman dan keterpesonaan.
Surat Apostolik ini ditulis paus Fransiskus setelah beliau berkunjung ke Greccio sebuah desa di pegunungan tempat di mana Santo Fransiskus dari Assisi menciptakan gua (Kandang) Natal pertama pada tahun 1223.
Bapa Suci hendak mengingatkan kita untuk menghidupkan kembali gambaran kelahiran Kristus di tengah umat Kristen, terutama dalam keluarga. Gua Natal berasal dari gambaran kelahiran Yesus di Betlehem dalam Injil (Luk 2:7).
Dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, Anak-Nya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.
Kita harus melestarikan Gua Natal sebagai bentuk keterbukaan hati akan Yesus yang berbicara kepada kita. Dengan melestarikan Gua Natal berarti meneruskan proses yang sangat berharga menghadirkan kisah Kelahiran Yesus sampai sekarang dan membantu penghayatan kita bahwa Allah beserta kita Immanuel.
Natal Merupakan Perwujudan Kerendahan Hati Yesus
Santo Ambrosius mengatakan Natal Ibarat sebuah pohon yang menjulurkan rantingnya sampai ke tanah. Yesus ‘merunduk’ sampai ke bumi. Ia menjangkau dunia. Keilahian-Nya menyentuh manusia dan dunia dan membersihkan mereka dari dosa.
Perjuangan Maria dan Yosep mencari tempat penginapan, dan juga lahir di palungan di kandang domba menegaskan kesederhanaan sudah mulai sejak proses kelahiran Yesus. Palungan adalah simbol kesederhanaan dan keterbukaan.
Dalam Admirabile Signum disampaikan natal adalah merenungkan sebuah kisah seperti kita memulai perjalanan hidup rohani, “ditarik oleh kerendahan hati Allah yang menjadi manusia untuk menjumpai setiap orang.” Sabda telah menjadi daging dan tinggal di antara kita (Yoh 1:14).
Perayaan Natal fokus pada "kesederhanaan" Yesus, dan mengingat bahwa Ia lahir ke dunia dalam keadaan miskin, bahkan tanpa tempat tidur yang layak. Ingat pemuda yang mau mengikuti Yesus ("Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. (Mt 8:20).
Tuhan tidak bangkit dalam kemegahan, tetapi merendahkan diri-Nya dalam kesederhanaan. Kesederhanaan adalah jalan yang dipilih-Nya untuk mendekat kepada kita, menyentuh hati kita, menyelamatkan kita dan membawa kita kita kepada keselamatan.
Baca tanpa iklan