News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Sekolah Gratis dan Makan Bergizi Gratis: Antara Amanat Konstitusi dan Janji Kampanye

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ahmad Effendy Choirie, Ketua Umum Dewan Nasional Indonesia Untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) bicara soal Program MBG dan sekolah gratis.

SEKOLAH gratis adalah amanat konstitusi. 

Sementara makan bergizi gratis adalah janji kampanye politik. 

Ironisnya, dalam praktik kebijakan nasional hari ini, justru janji kampanye lebih diprioritaskan, sementara amanat konstitusi terabaikan.

Inilah paradoks kebijakan publik kita yang wajib secara hukum negara kerap diabaikan, sementara yang lahir dari kontestasi elektoral justru menjadi agenda utama negara. 

Akibatnya arah pembangunan kesejahteraan sosial dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi timpang, tidak rasional, dan berpotensi menyimpang dari spirit UUD 1945. 

Sekolah Gratis: Mandat Konstitusi yang Diabaikan

Pasal 31 ayat (1) dan (2) UUD 1945 secara eksplisit menyatakan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pemerintah wajib membiayai pendidikan dasar.Bahkan ayat (4) mewajibkan negara mengalokasikan minimal 20 persen APBN dan APBD untuk sektor pendidikan. Artinya, sekolah gratis bukan pilihan kebijakan, melainkan kewajiban konstitusional. Namun dalam realitas:

● Biaya pendidikan masih mahal.

● Iuran sekolah tetap membebani orang tua. 

● Seragam, buku, transportasi, dan kegiatan sekolah menjadi beban berat keluarga miskin. 

● Banyak anak terpaksa putus sekolah.

Lebih ironis lagi, kesejahteraan guru masih rendah, terutama guru honorer dan guru swasta. Padahal, mustahil membangun pendidikan bermutu jika guru hidup dalam ketidakpastian ekonomi.

Sementara itu, sarana dan prasarana pendidikan di banyak daerah sangat memprihatinkan ruang kelas rusak, laboratorium minim, perpustakaan seadanya, dan fasilitas digital nyaris tak tersedia. Negara seperti lupa bahwa pendidikan adalah jantung kemajuan bangsa. 

Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan adanya peningkatan persetujuan publik agar program Makan Bergizi Gratis (MBG) diberikan kepada seluruh anak Indonesia. Survei nasional bertajuk Persepsi Publik terhadap Kinerja Presiden, Kepercayaan terhadap Lembaga Negara, dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini dirilis pada Minggu (8/2). (HO/IST)

Makan Bergizi Gratis: Janji Kampanye yang Diprioritaskan 

Berbeda dengan sekolah gratis, makan bergizi gratis tidak secara eksplisit diperintahkan oleh konstitusi.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini