News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Medsos Sehat Dorong Lingkungan Aman bagi Generasi Muda

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Profile Tribunners: Mangindran Merieappan - CEO HYPPE; menempuh pendidikan di Stamford College
PROFIL PENULIS
Mangindran Merieappan
CEO HYPPE; menempuh pendidikan di Stamford College

Penggunaan media sosial di kalangan remaja terus meningkat dan menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk World Health Organization.

Dalam sejumlah kajian, WHO menyebut lebih dari satu dari sepuluh remaja menunjukkan pola penggunaan yang bermasalah, seperti kesulitan mengontrol waktu hingga munculnya gejala yang menyerupai kecanduan.

Platform seperti Instagram dan TikTok disebut berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan mental, termasuk depresi dan kecemasan.

Selain itu, penggunaan berlebihan juga dikaitkan dengan penurunan kualitas interaksi sosial serta capaian akademik.

Risiko lain yang dihadapi remaja meliputi paparan konten berbahaya, perundungan siber, serta berkurangnya interaksi langsung di dunia nyata.

Meski demikian, media sosial juga memiliki fungsi positif, seperti menjadi sarana komunikasi, ekspresi diri, dan membangun jejaring sosial.

Seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak negatif tersebut, muncul gagasan pengembangan konsep “media sosial sehat”.

Konsep ini menekankan pada penyediaan ruang digital yang lebih aman, dengan pembatasan terhadap konten berbahaya, misinformasi, serta praktik manipulatif.

Dalam implementasinya, konsep tersebut mencakup penggunaan teknologi moderasi konten untuk mendeteksi dan menghapus materi yang melanggar, termasuk ujaran kebencian dan konten tidak pantas.

Selain itu, sistem verifikasi identitas pengguna juga dipertimbangkan untuk mengurangi akun palsu dan meningkatkan akuntabilitas.

Aspek perlindungan data turut menjadi perhatian, dengan dorongan adanya pengawasan yang lebih ketat dari otoritas terkait di bidang komunikasi dan digital.

Hal ini bertujuan meminimalkan risiko kebocoran data serta penyalahgunaan informasi pribadi.

Pengembangan model media sosial yang lebih aman dan sehat masih menjadi perdebatan, termasuk terkait kesiapan pengguna serta efektivitas pengawasan.

Di sisi lain, perubahan perilaku pengguna juga dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih bertanggung jawab.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini