Dan mungkin itulah inti perjalanan Ahmad Rizal Ramdhani. Ia memahami bahwa membangun jauh lebih sulit daripada menghancurkan. Ia adalah prajurit yang mengerti bahwa ketahanan bangsa bukan hanya berdiri di atas tank dan senapan, tetapi juga di atas padi yang tumbuh subur, pohon yang tetap hijau, dan rakyat yang tidak pernah kehilangan harapan.
Di tangannya, BULOG bukan sekadar institusi logistik pangan.
Ia adalah benteng sunyi yang menjaga Indonesia agar tetap tangguh. *
Catatan, artikel ini merupakan persembahan untuk Perum BULOG dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke-59 pada tanggal 11 Mei 2026. Perayaan HUT tahun ini mengusung momentum penguatan ketahanan pangan nasional dan transformasi perusahaan menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Baca tanpa iklan