News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Reformasi dan Krisis Integritas Pendidikan

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERINGATAN REFORMASI - Suasana peringatan Reformasi di bulan Mei, simbol perjalanan bangsa dari krisis 1998 menuju tantangan integritas masa kini.
PROFIL PENULIS
Ir. Ibnu Prakoso, M.Sos.
Ketua Bidang Pengkaderan IKAL-Lemhannas 2026-2031, Aktif dalam kajian kebangsaan, penguatan karakter, dan isu ketahanan nasional, domisili di Tangerang Selatan

PERINGATAN REFORMASI setiap bulan Mei selalu mengingatkan bangsa Indonesia pada momentum perubahan besar tahun 1998. Reformasi lahir dari tuntutan rakyat terhadap krisis ekonomi, ketidakadilan, dan lemahnya integritas penyelenggaraan negara.

Kini, hampir tiga dekade berlalu, Indonesia memang telah mengalami banyak kemajuan. Demokrasi berjalan lebih terbuka, kebebasan berpendapat berkembang, dan teknologi digital tumbuh sangat cepat.

Namun di balik perkembangan itu, bangsa ini juga menghadapi tantangan baru yang tidak kalah serius, yaitu krisis integritas.

Fenomena korupsi, penyebaran hoaks, polarisasi sosial, hingga pragmatisme politik menunjukkan bahwa persoalan moral masih menjadi pekerjaan besar bangsa Indonesia. Bahkan di ruang digital, masyarakat sering disuguhi informasi yang memecah persatuan dan melemahkan kepercayaan publik.

Dalam situasi seperti ini, pendidikan seharusnya menjadi benteng utama pembentukan karakter bangsa. Sayangnya, pendidikan kita masih terlalu fokus pada pencapaian akademik dan aspek administratif semata.

Padahal pendidikan bukan sekadar menghasilkan lulusan pintar, tetapi juga membentuk manusia yang memiliki etika, tanggung jawab sosial, dan kesadaran kebangsaan. Kemajuan teknologi tanpa integritas justru dapat mempercepat lahirnya krisis moral di tengah masyarakat.

Karena itu, penguatan pendidikan karakter menjadi sangat penting. Sekolah dan perguruan tinggi harus kembali menanamkan nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menjaga persatuan dan integritas bangsa.

Sebab sejarah menunjukkan, bangsa yang besar bukan hanya dibangun oleh kecerdasan intelektual, melainkan juga oleh kekuatan moral dan karakter rakyatnya.

Reformasi sejati sesungguhnya tidak berhenti pada perubahan sistem politik. Reformasi harus terus dilanjutkan melalui pembangunan manusia Indonesia yang berintegritas, berkarakter, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.

Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, menjaga integritas pendidikan bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini