Laporan Wartawan Tribun Jogja, Hendra Krisdianto
TRIBUNNEWS.COM,YOGYA – Ribuan wanita buddhis dari berbagai negara di dunia, menggelar Konferensi Wanita Budhis Sakyadhita ke-14, di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Ketua Sakyadhita, Venerable Jetsunma Tensin Palmo saat memberikan pemaparan dalam acara pembukaan konferensi di Bangsal Kepatihan, Selasa (23/6) mengatakan, konferensi ini unik. Karena diikuti oleh buddhis dari banyak negara sebagai representasi keberagaman.
“Konferensi ini memberi suara kepada perempuan untuk untuk protecting and caring terhadap perempuan, dan bersama-sama menyuarakan tentang compassion,” katanya.
Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah konferensi, kata Tensin, karena negara ini memiliki sejarah yang panjang terhadap perkembangan agama budha. Dibuktikan banyaknya candi bercorak budha, seperti Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah. Sementara pemilihan DIY sebagai penyelenggaraan konferensi, karena kota ini dianggap sebagai cerminan dalam hidup bertoleransi.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya mengapresiasi adanya konferensi para perempuan buddhis ini. Hal ini wujud kepedulian umat budha terhadap isu jender.
“Pemerintah pun memberikan dukungan dan terus mendrong organisasi-organisasi wanita Buddhis dalam melaksanakan kegiatan keorganisasiannya,” kata Lukman.
Ketua Panitia Sakyadhita ke 14, Nyana Pundarika menyebutkan, dalam konferensi yang digelar mulai 23 sampai 30 Juni ini diikuti oleh 1.000 orang. Sebanyak 525 orang berasal dari 45 negara di dunia, sementara 475 orang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia.