Laporan Wartawan Tribunnews, Lendy Ramadhan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Maryam Supraba, aktris peran yang mengawali debutnya di film pendek berjudul Rasa Rindu itu, meradang.
Ia melampiaskan emosinya saat tak ada seorangpun yang mau diajang unjuk rasa menentang ketidakadilan.
"Nggak ada yang bisa gue ajak demo, Padahal gue demo karena emang keadaan pabrik yang sudah ngaco. Gila pecat orang lewat SMS," serunya dengan wajah lebamm, dalam pementasan monolog di Auditorium Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia, Minggu (1/5/2016).
Dalam monolog untuk memperingati Hari Buruh itu, ia memainkan karakter seorang buruh perempuan pabrik lem.
Putri sastrawan WS Rendra itu mengisahkan seorang buruh perempuan yang diperlakukan sewenang-wenang oleh pihak perusahaan tempatnya bekerja.
Ia dipecat karena pabrik lem tempatnya bekerja, telah mendapatkan tenaga kerja baru, yang bisa dibayar lebih murah. Mereka adalah anak-anak Sekolah Dasar.
Karenanya, ia melawan dengan berbagai cara, dari demonstrasi hingga berduel dengan yang punya pabrik yang tak lain preman di wilayah sekitar pabrik tersebut.
Perlawanannya harus berakhir dengan luka lebam di sekujur tubuhnya. Ia digebuki kawanan preman pimpinan yang punya pabrik.
Bintang film "Tiga Titik" itu memainkan monolog garapan Sutradara Wawan Sofyan bertajuk "Tiga Titik Monolog".
Maryam terlibat dalam kegiatan itu sebagai bentuk dukungannya mencegah eksploitasi terhadap anak dan mencegah buruh diperlakukan sewenang-wenang terhadap perusahaan tempat kerjanya.
Menurut dara yang lahir di Bandung 38 tahun lalu itu, para buruh sekarang sedikit lebih baik, dibandingkan sebelumnya.
"Saya pikir keadaannya (buruh) udah cukup lebih baik dibanding yang sebelumnya. Sekarang keadaannya sedikit lebih tenang. Mudah-mudahan ke depan makin lebih baik," Kata Maryam.(*)