Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Niko Ruru
TRIBUNNEWS.COM, NUNUKAN - Empat siswi Kelas X dan XI SMK Kesehatan Putra Borneo itu bergerak cepat.
Mereka menggoyangkan hampir seluruh bagian tubuhnya. Bagian kaki dan tangan hampir tak berhenti bergerak sepanjang lagu dinyanyikan.
Mengenakan pakaian khas Dayak Agabag, keempatnya tampil percaya diri dihadapan puluhan orang tua dan siswa siswi SMK Kesehatan Putra Borneo, Kamis (12/5/2016) lalu.
Sejatinya, tarian Semajau yang mereka bawakan bukanlah tarian asli suku Dayak Agabag di pedalaman Kabupaten Nunukan.
Ketua Dewan Adat Dayak Agabag Kalimantan Timur- Kalimantan Utara, Lumbis S Sos mengatakan, tarian semajau ini berasal dari Sabah, Malaysia. Tarian itu merupakan tarian rumpun Murut.
“Sekarang mereka sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari adat istiadat rumpun Murut termasuk di Indonesia,” ujarnya.
Dia mengatakan, tarian semajau ditampilkan pada acara-acara adat dan pesta pernikahan.
“Tujuannya untuk saling mengenal dan membina keakraban. Tarian ini juga sering ditampilkan pada acara-acara penyambutan tamu,” ujarnya.(*)
Baca tanpa iklan