Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Belajar Bahasa Inggris di Australia, Gadis Medan Ini Ingin Kembali

Karena belajar bahasa Inggris di Australia bersama murid dari berbagai negara, pengalaman belajar Sovia Ginting, pemenang kompetisi…

Tribun X Baca tanpa iklan

“Ada 16 tense dalam Bahasa Inggris. Sebagian harus diajarkan secara benar-benar spesifik dan mendalam,” ucap Livsey.

Perangkaian kalimat pun sering jadi masalah bagi siswa Indonesia, namun perihal pengucapan, menurutnya siswa dari Indonesia biasanya cukup bagus.  

Tak hanya soal bahasa Inggris. Karena berbincang-bincang dengan teman-temannya, Sovia pun belajar hal-hal menarik dari negara asal mereka. Mulai dari budaya hingga wajib militer di Korea Selatan.

Dari perjalanannya menuju tempat kursus dan pulang, Sovia juga mendapat pelajaran bahasa Inggris. Berkat curi-curi dengar dan berinteraksi dengan warga Australia, Ia pun jadi tahu berbagai istilah khas Australia, yang terkadang terdengar aneh di telinganya.

Contohnya, ungkapan ‘no worries’ yang sering dilontarkan sebagai balasan ‘thank you’ dalam bahasa Inggris khas Australia.

“No worries maksudnya apa? jangan ragu-ragu atau gimana?,” cerita Sovia sambil tertawa.

Tambahan ilmu yang Ia dapat akan Ia bawa ke Medan, dan Ia bagikan ke teman-teman, tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Aku ke sini permisi sama kantor. Aku harus memberikan sesuatu, yaitu harus mengajar teman-teman bahasa Inggris nantinya,” ujar Sovia.

Selain itu, Sovia berencana mendorong teman-temannya untuk juga mengunjungi Australia.

Sovia_NAB

Berkunjung ke kantor pusat salah satu bank terbesar di Australia. (Foto: Dina Indrasafitri)

Punya Banyak Impian

Setelah merampungkan kursus dua minggu di sini, keinginan Sovia untuk melanjutkan pendidikannya ke tingkat S2 bidang akuntansi atau keuangan di Australia makin besar. “Yang dulunya kadarnya 100 persen sekarang jadi 1.000 persen,” ujarnya.

Berbagai impian dan ambisi memang disimpan Sovia dalam benaknya. Sejak dulu ia rajin menjalani berbagai kursus dan mencari beasiswa.

“Saya ingat kata dosenku dulu, kita tidak salah untuk bermimpi. Kalau kita sudah punya satu mimpi dan itu sudah tercapai, kita bisa bermimpi lagi,” ucapnya.

Selain itu, Sovia bercerita bahwa Ia juga ingin membuktikan bahwa Ia bisa sukses dan menjadi anak yang baik meskipun sudah tidak lagi memiliki ibu. Ibu kandungnya meninggal saat Ia masih di sekolah dasar, sedangkan ibu tirinya meninggal saat Sovia lulus kuliah.

“Dulu mama pernah cerita dia menyuruh anaknya semua rajin-rajin belajar biar bisa mengajak dia keliling Indonesia,” ceritanya sambil terisak.

“Makasih Tuhan, mungkin aku ngga bisa bawa mama keliling Indonesia tapi aku pernah ke Singapura, aku pernah ke Malaysia dan sekarang aku pernah jalan ke Australia… dan ini semua aku dapatkan dari hasil jerih payah aku.”

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas