Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Mengenang Michael ‘Made Wijaya’ White, Arsitek Sydney Mengabdi di Bali

Ketika seorang mahasiswa muda jurusan arsitektur asal Sydney berlayar ke Bali pada tahun 1973, ia begitu terkesan dengan tempat ini…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Yang lain mengatakan, memori mereka tentang Made Wijaya adalah gurauannya yang jenaka.

"Ia adalah salah satu orang paling lucu yang pernah saya temui. Ia bisa disandingkan dengan Barry Humphries," kata fotografer AS, Tim Street-Porter, yang banyak memotret untuk enam buku Michael.

"Ia sarkastik dan keterlaluan, seorang desainer brilian dan pemimpin dari gerilyawan pekebun, seorang pencerita, keras kepala dan kadang-kadang sulit," kata Brian Holley, di Kebun Raya Naples, Florida.

"Ia memiliki kecerdasan yang akan membuat Noel Coward cemburu, dan salah satu jiwa terbaik manusia," sebut Brian Holley.

Ia bisa kasar, tetapi juga sangat baik.

Harian ‘The Jakarta Post’ menggambarkan Michael sebagai "provokator budaya" yang selama puluhan tahun menyaksikan "pasang surut Bali, dari festival pura yang megah hingga upacara kematian keluarga kerajaan dan keluarga Brahmana yang berpengaruh".

Dia menulis kolom reguler untuk blog yang berbeda yang mendokumentasikan budaya dan perubahan lingkungan Bali, khususnya "mimpi buruk arsitektur hotel di sepanjang pantai dan puisi satir yang menyinggung peningkatan konservatisme moral dan keangkuhan di antara elit pulau".

Made Wijaya 2
Made Wijaya mengadopsi Bali sebagai rumah permanennya, dan tinggal di Sanur selama bertahun-tahun.
Rekomendasi Untuk Anda

Supplied; Tim Street-Porter

Tapi staf-nya sendiri tak menunjukkan apa-apa selain kesetiaan dan cinta. Michael mempekerjakan hingga 50 orang di rumah dan taman pribadinya, Villa Bebek di Sanur. Ia secara rutin membayar tagihan rumah sakit dan biaya pemakaman ketika mereka jatuh sakit atau kerabat mereka meninggal.

Bahkan, Michael memiliki kegemaran untuk mendokumentasikan upacara kremasi dan pemakaman Bali yang unik dan mengunggah video secara rutin di blog pribadinya. Sekarang, keluarga angkatnya di Bali bertanggung jawab untuk menghadiri upacaranya, setelah kematiannya di Sydney pekan ini.

"Kemungkinan jasadnya akan dikremasi di Australia dan kemudian abunya akan dibawa ke sini dan kami akan menjalani ritual Hindu," kata Kepala Desa Kepaon, Ida Bagus Suteja.

Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Diterjemahkan: 18:00 WIB 31/08/2016 oleh Nurina Savitri.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas