Ditemukan di Australia, Dinosaurus 'Titanic' Seukuran Setengah Lapangan Basket
Sebuah spesies baru dinosaurus raksasa berleher panjang yang diumumkan hari Jumat (21/10/2016) ini, makin memperjelas kemungkinan…
Dia mengatakan studi baru menunjukkan Savannasaurus dan Diamantinasaurus justru lebih erat terkait dengan spesies dari Amerika Selatan.
"Menganggap dinosaurus Australia menunjukkan hubungan lebih dekat dengan dinosaurus Eropa dan Asia selalu membingungkan," jelasnya.
"Tapi dengan catatan fosil di Amerika Selatan yang semakin baik serta catatan fosil Australia terus meningkat, pemahanan kita tentang kedekatan dinosaurus kita dengan dinosaurus dari Amerika Selatan menjadi lebih baik," jelasnya.
Dr Poropat mengatakan tampaknya Savannasaurus datang ke Australia sekitar 105 juta tahun lalu dari Amerika Selatan.
Dia mengatakan tampaknya titanosaurs ini memanfaatkan peluang suhu hangat global saat itu untuk meninggalkan Amerika Selatan melalui Antartika menuju Australia di saat ketiga benua itu masih terhubung.
\'Makalah penting\'
Dr Adam Yates, kurator senior Ilmu Bumi di Museum Northern Territory, mengatakan percaya temuan dalam makalah itu valid.
"Ini makalah penting karena sebelumnya tak ada yang pernah serius memikirkan bagaimana kita bisa dapatkan dinosaurus seperti yang kita punya - jadi saya kira itu signifikan," ujarnya.
Titanosaurus khususnya mewakili salah satu "wilayah abu-abu terakhir" dalam pemahaman kita mengenai kisah dinosaurus.
"Mereka ada dimana-mana dan ditemukan di seluruh dunia. Namun fosilnya seringkali tak lengkap, dan akibatnya pemahaman kita tentang keterkaitan titanosaurus yang berbeda cukup membingungkan dan kita tak punya pohon keluarga mereka yang cukup baik," kata dia.
Dr Yates mengatakan perpindahan titanosaurus dari Amerika Selatan jauh "lebih masuk akal".
Titanosaurus adalah kelompok dinosaurus yang relatif muda dan belum menyebar hingga era Cretaceous.
"Ketika saatnya tiba, satu-satunya rute darat ke Australia adalah melalui Antartika," kata Dr Yates.
Diterbitkan Pukul 14:00 AEST 21 Oktober 2016 oleh Farid M. Ibrahim dari artikel berbahasa Inggris di sini.

Baca tanpa iklan