Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Supermodel China Lu Yan Mendesain Bahan Wool Australia

Mantan model Lu Yan sekarang menjadi desainer busana pertama asal China yang bekerjasama dengan perusahaan wool terkenal Australia…

Tribun X Baca tanpa iklan

"Mereka menyebut saya \'bebek aneh\'.

Namun Lu Yan tetap bertahan dan berhasil.

Dia menjadi model di seluruh dunia, membuka jalan bagi para gadis China lainnya untuk melakukan hal yang sama, sebelum kembali ke China di tahun 2010.

Bertentangan dengan keinginan keluarganya yang menyarankan dia terjun di dunia akting, Lu Yang kemudian mengembangkan perusahaan busana sendiri.

"Untuk fesyen, saya bisa memutuskan dengan siapa saya akan bekerja, saya bisa memutuskan gaya apa yang saya inginkan, fotografer mana yang ingin saya pakai."

"Saya bisa memutuskan semuanya, dan saya mengatakan \'saya rasa saya bisa melakukannya."

"Saya ingin melakukannya, dan itulah yang saya lakukan."

Former supermodel Lu Yan in her Shanghai fashion design studio.
Lu Yan di kantornya di Shanghai.
Rekomendasi Untuk Anda

ABC: Prue Adams

Dengan staf sekitar 30 orang, studio desain Comme Moi terletak di antara butik kecil dan berbagai cafe di South Shaanhi Road di Shanghai, di kawasan yang disebut French Concession.

Kami menenggak teh peppermint tea di sebuah ruangan, dengan Lu Yan menjelaskan dalam bahasa Inggris yang lancar mengenai bagaimana keterlibatannya dengan wool Australia.

"Ketika kita menekuni bisnis ini, kita mengasosiasikan wool dengan kualitas tinggi, kegunaan wool yang menghangatkan tubuh bila dipakai."

"Jadi karena kami bisa mendesain sesuatu, menggunakan bahan ini untuk jeans dan pakaian yang bernada sportif maka saya semakin tertarik."

Dia mengatakan dia semakin banyak belajar mengenai wool sejak dia mengetahui lebih dekat domba merino, domba utama yang diternak di Australia untuk memproduksi wool, namun banyak konsumen China yang tidak mengetahui dari mana asal wool.

"Kebanyakan hanya tahu wool itu kuat bahannya, dan mewah, dan mahal, namun mereka tidak begitu mengerti dari mana asalnya." kata Lu Yan.

Dari sekitar 250 ribu sampai 300 ribu ton wool yang masuk ke China setiap tahunnya, hanya separuhnya berasal dari Australia dan sisanya datang dari Afrika Selatan dan Selandia Baru.

Landline ditayangkan di Australia Plus TV untuk tahun 2017 dengan program khusus mengenai China selama 90 menit hari Minggu 5 Februari, 06:00, 14:30 & 22:30 WIB.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas