Passion Cafe Wadah Bersuara Bagi Perempuan Muslim di Adelaide
Di Adelaide (Australia Selatan), sebuah forum bernama Passion Cafe menjadi ajang bagi perempuan muslim di negara bagian tersebut menyampaikan…
"Tidak seorang pun yang mau mengakui bahwa saya pantas mendapat pekerjaan tersebut. Mereka mencoba melecehkan keberhasilan saya. "
Ketika ditanya mengenai perubahan dalam UU Diskriminasi Rasial di Australia dan disahkannya larangan penggunaan Hijab di Uni Eropa Idris mengatakan hal tersebut bertentangan dengan perkembangan dalam masyarakat yang seharusnya selalu bergerak maju dan bebas.
"Kita sudah mengalami kemajuan dan mengatasi berbagai rintangan sosial seperti hak perempuan untuk memberikan suara di pemilu, dan menghilangkan perbudakan." katanya.
"Ini bertentangan dengan apa yang sudah dilakukan generasi sebelumnya, yang sudah bekerja keras untuk mencapai semua ini."
Dia mengakui bahwa media memang harus melaporkan mengenai serangan teroris, namun menambahkan bahwa tidak banyak memberitakan hal-hal positif yang dilakukan kelompok masyarakat Muslim untuk menghilangkan radikalisasi, dan memberi sumbangan kepada masyarakat.
"Saya dibilang saya adalah Muslim yang berbeda, bahwa saya Muslim yang baik, hanya karena saya lahir di Australia. Ini sangat mengecewakan." kata Idris.
"Saya tidak menyalahkan bahwa mereka hanya mendengar cerita yang buruk mengenia Muslim.. banyak hal yang kami lakukan tidak mendapat pemberitaan.. hal yang kami lakukan sehari-hari yang diilhami oleh keyakinan kami."
Hafifa Khelwaty
Hafifa Khelwaty baru berusia 12 tahun yang sedang mencari identitas diri, ketika terjadi serangan 11 September 2001 di World Trade Centre New York hal yang mengejutkan dunia, dan juga komunitas di sekitarnya. .
Dia merasa terkucilkan dan juga merasa mendapat tekanan untuk menanggalkan hijab yang dikenakannya.
Khelwaty mengatakan ketika kepala sekolahnya melihat dia mengenakan hijab, kepala sekolah itu mengatakan dia tidak lagi mengenal siapa Khelwaty sebenarnya, dan dia pernah dua kali ditolak naik bus sekolah.
Dia mengatakan setelah peristiwa 11 September tersebut, dia seperti diharapkan bisa memberikan jawaban mengenai terorisme, padahal dia baru berusia 12 tahun.
Dia mengatakan rasisme merupakan tantangan yang berulang kali muncul yang kadang semakin sulit karena adanya berbagai pernyataan soal rasisme dari para politisi.
Dia mengatakan kecaman yang diarahkan kepada komunitas Muslim setelah adanya tindakan terorisme membuat adanya yang berkomentar bahwa Islam adalah penyakit, dan warga Muslim harus dilarang.

Baca tanpa iklan