Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Kisah Penemuan Rekaman Karya Seni Bali Dari Tahun 1928

Dokumentasi yang berisi beberapa tradisi budaya kuno Bali beresiko terhapus dari ingatan modern -hingga kini. Namun berkat penemuan…

Tribun X Baca tanpa iklan

Supplied: Colin McPhee, UCLA Ethnomusicology Archive/Bali 1928

Menginspirasi generasi berikutnya

Mendengarkan rekaman ini dan menyaksikan film-film yang dibuat ‘Proyek Bali 1928’, para pemusik dan penari tahun 1920-an seolah-olah tahu, entah bagaimana, bahwa mereka berkomunikasi dengan generasi masa depan.

"Saya pikir itu aspek penting dari proyek ini. Yaitu melihat bagaimana komposer seperti Made Regog, Wayan Lotring dan lainnya menjadi kekuatan kreatif selama tahun 1930an," kata Bandem.

"Dan sekarang hal itu telah menjadi inspirasi bagi kreasi masa depan."

Melalui rekaman tersebut, beberapa musisi Bali belajar musik kakek dan nenek mereka untuk pertama kalinya.

"Materi ini ada untuk menginspirasi orang Bali dan dunia," kata Bandem.

"Kami ingin orang Bali, terutama anak muda, mengerti bahwa ada kejayaan dalam pengembangan budaya kita, dan bahwa kita bisa belajar dari para maestro,” ujar Bandem.

Rekomendasi Untuk Anda

"Bukan hanya tentang teknik menari, bagaimana mereka menulis lagu, tapi tentang kehebatan yang muncul dari sikap terbuka. Rangkul dunia, jangan takut ide baru. Kami menginginkan materi ini bisa mendorong kreasi baru yang sejajar dengan apa yang nenek moyang kita lakukan kurang dari 100 tahun lalu."

Musisi I Gde Manik dari desa Jagaraga di Kabupaten Buleleng, Bali.
Musisi I Gde Manik dari desa Jagaraga di Kabupaten Buleleng, Bali.

Supplied: Colin McPhee, UCLA Ethnomusicology Archive/Bali 1928

Berkontribusi untuk ‘Proyek Bali 1928’

Mulai tahun 2001, proyek pemulihan dan pemulangan ‘Bali 1928’ berfokus pada gamelan, puisi yang dilagukan dan musik drama tari yang direkam di Bali sebelum Perang Dunia II, bersamaan dengan film dan foto-foto sunyi yang terkait.

Tapi belakangan ini, Bandem ingin memperluas proyek ini dengan bantuan dari siapa saja yang mungkin memiliki artefak budaya dari Bali pada awal abad yang lalu.

"Kami berharap orang lain akan membantu mengembangkan koleksi ini dengan memberi akses ke objek atau informasi apapun yang akan membantu menggali masa lalu demi masa depan yang kreatif," harapnya.

Apakah Anda memiliki artefak budaya Bali dari awal abad ke-20? Jika Anda memiliki sesuatu yang menurut Anda penting bagi komunitas Bali saat ini, hubungi ‘Proyek Bali 1928’ atau email ke info@bali1928.net.

Diterbitkan Rabu 21 Juni 2017 oleh Nurina Savitri. Simak berita ini dalam bahasa Inggris di sini.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas