Australia Beri Inspirasi Menjaga Gaya Nomadik Orang Mongol
Di seantero dataran luas Mongolia, terjadi perpindahan penduduk yang cepat ke kota kecil dan kota besar. Gaya hidup tradisional beternak…
Kedua fotografer ini mendokumentasikan hal paling akrab yang dimiliki Australia dengan gaya hidup peternak nomaden. Yaitu penggembalaan ternak di daratan tinggi negara bagian Victoria.
"Mongolia pada dasarnya merupakan masyarakat penggembala. Mereka mencintai hewan dan sangat terhubung dengan hewan, kuda, sapi, kambing mereka. Ada hubungan nyata, hubungan spiritual sebenarnya," kata Galea.
Leluhur Delgerjargal adalah penggembala nomaden.
"Karena orang Mongolia nomaden, setiap musim kami cenderung pindah ke tempat yang berbeda, lalu tinggal di tempat lain yang memiliki rumput lebih baik," kata Delgerjargal.
Melalui karya fotonya, Delgerjargal telah mendokumentasikan perubahan sosial besar yang terjadi di Mongolia, negara berpenduduk 3 juta yang terkurung daratan antara Rusia dan China.
Gambaran besar
Kunjungannya ke Australia bukan semata untuk memotret dengan baik.
Delgerjargal mengunjungi warga pedesaan dan peternakan terkemuka untuk mendapatkan wawasan tentang bagaimana masyarakat pedesaan di Mongolia bisa lebih berkelanjutan.
"Saya melihat pertanian dan gaya hidup, bagaimana kehidupan petani bersama ternak mereka di Australia sangat mempesona," kata pria berusia 28 tahun ini.
"Sungguh, hal utama yang ingin saya bawa pulang adalah betapa pesona kehidupan pertanian di Australia yang saya temukan. Melalui pekerjaan ini, saya ingin mengungkapkannya karena besarnya warga pedalaman yang pindah ke kota," katanya.
"Ada kemungkinan bagaimana kita dapat mempertahankan kehidupan yang lebih baik lagi di kampung tanpa harus pindah ke kota. Tentu saja bukanlah tugas atau masalah yang dapat diatasi dengan mudah. Tapi setidaknya saya ingin orang berpikir tentang bagaimana bisa menjalani kehidupan yang hebat di pedesaan," tuturnya.
Di masa depan foto-foto yang diambil oleh Galea dan Delgerjargal akan dipamerkan di Melbourne dan Mongolia. Ada juga rencana untuk menampilkannya secara tidak konvensional di daerah dataran tinggi Victoria.
