Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Masalah Pernafasan Bayi Prematur Bisa Diatasi dengan Kafein

Sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa bayi prematur yang diberi terapi kafein menunjukkan peningkatan fungsi pernapasan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Sebuah penelitian di Australia mengungkapkan bahwa bayi prematur yang diberi terapi kafein menunjukkan peningkatan fungsi pernapasan dan paru-paru mereka dalam jangka panjang.

Penelitian melibatkan dokter di RS Royal Women\'s Hospital di Melbourne yang melacak perkembangan sekitar 140 bayi prematur, setengah di antaranya diberi dosis kafein reguler saat mereka lahir.

Kafein diberikan dalam bentuk suntikan atau dicampurkan ke susu, melalui tabung makanan, sekali sehari.

Profesor Lex Doyle, penulis utama penelitian tersebut, mengatakan bahwa anak-anak kemudian diperiksa kembali fungsi paru-paru dan pernapasannya saat berusia 11 tahun.

"Dari anak-anak yang diberi kafein saat masih bayi, separuh dari jumlah tersebut diperiksa kembali fungsi paru-paru mereka saat berusia 11 tahun," jelasnya.

Bayi prematur mengalami kesulitan bernafas.

Memberi mereka kafein akan membantu mengatur pernapasan dengan merangsang bagian otak yang mengatur paru-paru untuk mengembang.

Rekomendasi Untuk Anda

"Mereka tidak harus memiliki bantuan pernafasan untuk waktu lama. Mereka tidak memerlukan banyak oksigen tambahan yang ditambahkan ke udara yang mereka hirup. Mereka bisa pulang ke rumah lebih cepat," kata Prof. Doyle kepada ABC.

Namun efek jangka panjang pada pernapasan mereka belum diketahui sampai sekarang.

"Ini temuan yang menyenangkan, karena kami khawatir kafein dapat menimbulkan masalah jangka panjang. Sejauh ini, kami belum menemukan masalah jangka panjang apa pun," kata Prof. Doyle.

Dia menambahkan bahwa temuan tersebut menunjukkan bahwa "orang tua dapat diyakinkan" tentang pemberian kafein kepada bayi prematur mereka.

Sophie and Tilly with their mum. The girls are holding photos of them as newborns.
(Dari kiri) Sophie Snowdon, ibunya Meredith Capp, dan saudaranya Matilda (Tilly) Snowdon.

ABC News: Michael Barnett

Warga Australia Sophie dan Tilly Snowdon ikut serta dalam penelitian ini.

Si kembar lahir ini pada usia 25 minggu dalam kandungan. Mereka menghabiskan enam bulan di bangsal perawatan intensif RS Royal Women\'s Hospital sampai mereka cukup sehat untuk pulang ke rumah.

Orangtua mereka tidak diberitahu apakah anak-anaknya ini diberi kafein atau plasebo.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas