Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Alfira O'Sullivan dan Syamsiah Masuk Kertas Putih Australia

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia hari Kamis (23/11/2017) menerbitkan Kertas Putih yang membeberkan kebijakan…

Tribun X Baca tanpa iklan

Foto: Istimewa

Suara Indonesia juga melakukan perjalanan ke manca negara, dan di tahun 2017 melakukan perjalanan ke Eropa dan juga melatih tari kepada anak-anak Palestina di kamp pengungsi.

Bepergian ke luar negeri, Alfira mengatakan bahwa kehidupan multibudaya yang sudah menjadi kehidupan sehari-hari di Australia namun belum cukup banyak diketahui orang di seluruh dunia.

"Ketika kami datang, mereka mengira saya orang Australia, namun saya mengajar tari Aceh dan mereka terkejut." katanya lagi.

Alfira melihat dirinya sendiri sebagai Duta bagi Australia yang multikultur.

"Ini tidak sekedar mengenai warga kulit putih Australia atau mereka yang berlatar belakang Eropa. Australia adalah bagian dari Asia dan melihat kenyataan bahwa Indonesia adalah salah satu tetangga terdekat Australia, maka penting sekali bagi Australia untuk bertindak untuk menggunakan kesempatan untuk membangun hubungan kita." katanya.

\'Australia yang multikultur penting sekali diperlihatkan di luar negeri . Ini adalah bagian dari merayakan keberadaan Australia."

Syamsiah aktivis perempuan di Sulawesi Selatan

Syamsiah tinggal di Sulawesi Selatan
Syamsiah tinggal di Sulawesi Selatan
Rekomendasi Untuk Anda

Foto: Istimewa

Yang juga ditampilkan dalam Kertas Putih DFAT 2017 ini adalah Syamsiah asal Sulawesi Selatan yang sekarang menjadi pegiat perempuan.

Pada awalnya, Syamsiah adalah seorang ibu rumah tangga biasa yang dalam kegiatan sehari-hari selain memasak di rumah, berjualan kue untuk menambah penghasilan.

"Di masa lalu, tidak ada orang yang mengenal saya. Saya hanya Syamsiah dari Kaili, dan saya membuat kue." katanya.

Semua itu berubah di tahun 2014 ketika Syamsiah bergabung dengan organisasi binaan Muhammadiyah, Aisyiyah.

Organisasi ini mendapat dukungan dari pemerintah Australia dan Indonesia lewat proyek kerjasama bernama MAMPU (Maju Perempuan Indonesia Untuk Penangguilangan Kemiskinan).

Program ini mendorong pemberdayaan perempuan yang didukung oleh pemerintah Australia yang sekarang sudah dijalankan di sekitar 1000 desa di Indonesia.

"Program MAMPU memberikan pengetahuan, keberanian dan semuanya bagi saya."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas