Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Selamatkan Hutan Tasmania, Perempuan Ini Tinggal di Pohon 449 Hari

Rekor Miranda Gibson sebagai orang Australia yang hidup paling lama di atas pohon tampaknya tak mungkin terpecahkan. Padahal, ia sendiri…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Rekor Miranda Gibson sebagai orang Australia yang hidup paling lama di atas pohon tampaknya tak mungkin terpecahkan. Padahal, ia sendiri belum pernah melihat hutan hingga usia awal dua puluhan.

Tumbuh di Ipswich, warga Queensland yang pemalu ini mengakui bahwa ia adalah seorang "anak yang perriang" yang takut memanjat rumah pohon di halaman belakang rumahnya.

Pada tahun 2011, ia mengatasi ketakutan tersebut dan bertahan 449 hari di sebuah puncak pohon di hutan Tyenna, Tasmania.

Dengan menggunakan komputer bertenaga surya, ia terhubung dengan orang-orang di seluruh dunia, dan aktivisme-nya itu menarik perhatian terhadap penggundulan hutan di Tasmania, yang justru akhirnya membuat hutan di sana masuk dalam daftar warisan dunia.

Masuk ke hutan

Miranda mulai menaruh minat pada konservasi saat masih remaja, tapi baru pada saat ia di universitas-lah, ia menemukan aktivisme hutan.

"Orang bisa masuk ke sana, menunjukkan kehadiran mereka dan penebangan benar-benar berhenti," katanya.

Minatnya terhadap konservasi mengharuskannya terbang ke Tasmania selama liburan universitasnya.

Selama tahun-tahun berikutnya, Miranda kembali ke blokade di Lembah Upper Florentine untuk memprotes penebangan. Akhirnya, ia memutuskan untuk pindah ke Tasmania demi melakukan demonstrasi penuh waktu.

Miranda tinggal di blokade selama empat tahun. Tapi pada saat ia mencapai akhir usia dua puluhan, ia merasa kecewa.

"Apa yang saya lihat adalah kehancuran hutan yang parah. Rasanya kita tidak bisa menghentikannya, apapun yang kita lakukan," ujarnya.

Hidup di alam liar

Gagasan di balik maraton duduk di pohon yang dilakukan Miranda datang setelah ia menemukan ada koneksi internet di hutan yang dijadwalkan untuk ditebang.

Ini akan memungkinkannya untuk menyiarkan penebangan ke dunia maya.

"Saya pikir jika orang lain melihatnya, mereka akan tahu apa yang dipertaruhkan -mereka akan tahu itu nyata," sebutnya.

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas