Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Aung San Suu Kyi Hadiri KTT ASEAN Dengan Reputasi Yang Tercoreng

Dua tahun lalu, Aung San Suu Kyi membawa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) untuk memerintah di Myanmar di tengah harapan dan dukungan…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Para pendukung NLD bersikukuh bahwa pemimpin mereka patut mendapat simpati, terutama jika menyangkut berurusan dengan angkatan bersenjata.

Mereka berusaha mengingatkan kita bahwa partai tersebut mencoba mewujudkan transformasi nasional yang tidak pasti, namun akan memakan waktu beberapa dekade sebelum rata-rata kualitas hidup warga negara Myanmar mendekati kualitas hidup warga Asia Tenggara lainnya.

Krisis Rohingya

Perkembangan yang paling merusak selama masa pemerintahan NLD adalah kampanye brutal "kontra-teror" militer di negara bagian Rakhine utara, yang merupakan tempat tinggal etnis Rohingya dan penganut agama minoritas.

Kampanye tersebut menyebabkan eksodus setidaknya 671.000 orang melintasi perbatasan ke Bangladesh.

Meskipun telah tinggal di negara ini dari generasi ke generasi, Rohingya bukanlah salah satu kelompok etnis Myanmar yang diakui dan oleh karena itu tidak memenuhi syarat untuk mendapat status kewarganegaraan.

PBB memperkirakan populasi warga Rohingya yang terusir dan mengungsi di Distrik Bazar Cox di Bangladesh sekarang mencapai 884.000 jiwa.

Rekomendasi Untuk Anda

Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Hak Asasi Manusia baru-baru ini menyebut Negara Bagian Rakhine Utara sebagai satu "rumah pembantaian manusia paling produktif akhir-akhir ini".

Ini adalah situasi suram, dimana tidak ada perbaikan yang cepat.

Pemerintah Myanmar dan Bangladesh telah menyetujui untuk memulangkan kembali sebagian orang yang telah terusir, namun banyak dari orang-orang ini kemungkinan tidak akan pernah kembali ke rumah mereka di negara bagian Rakhine Utara.

Bukti dari apa yang oleh seorang juru bicara senior PBB disebut "pembersihan etnis" menunjukkan bahwa, dari sudut pandang Pemerintah Myanmar, operasi terhadap warga Rohingya telah berhasil.

Sentimen-sentimen keji anti-Rohingya dari kelompok penganut agama Budha di Negara Bagian Rakhine adalah sebuah komplikasi lebih lanjut.

Ini tidak membantu sentimen anti-Muslim tersebar luas di seluruh negeri.

Para pendukung NLD sering berusaha untuk memberi tekanan pengendalian militer terhadap kementerian-kementerian keamanan untuk mengurangi tanggung jawab atas situasi ini pada pemerintah terpilih.

Tapi situasi ini telah berlangsung jauh melampaui rasa malu Aung San Suu Kyi.

Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas