Mantan Pendeta Mengatakan Ex-Jihadis 'Orang yang Berkesan'
Seorang mantan pendeta Katolik mengatakan tak bisa mengerti mengapa Australia tidak ingin mantan jihadis, Muhammad Manwar Ali datang.Ali…
"Seperti yang akan Anda perhatikan, hanya ada satu kursi di sini hari ini, yang saya rasa tidak biasa saat kita datang ke sesi yang seharusnya menjadi \'sebuah percakapan\'," katanya.
"Tentu saja, orang yang seharusnya kita ajak bicara adalah seorang pria yang sudah diundang kesini, telah mengajukan permohonan visa beberapa minggu lalu yang menurut pihak berwenang punya banyak wakty, tapi tetap tidak bisa mendapatkannya untuk datang ke Australia."
"Saya rasa seharusnya permohonan visa [Ali] diproses lebih cepat sehingga setidaknya kita punya jawaban."
Photo:
Odeon Theatre, tempat digelarnya acara Pemikiran Gelap dan Berbahaya untuk kegiatan Dark Mofo. (ABC News: Carla Howarth)
Panitia berupaya langsungkan acara
Direktur acara Dark Mofo, Laura Kroetsch mengatakan melegakan karena acara masih bisa berlangsung
"Saya bisa menangis," katanya.
"Saya merasa sangat frustrasi karena tidak bisa mendapatkan Ali di sini. Saya ingin dia di Australia untuk dapat berbicara dengan orang-orang."
Laura merasa bersyukur karena teknologi berhasil digunakan.
"Kebebasan berbicara adalah hal yang paling penting di dunia, terutama di masa-masa yang sulit," katanya.
Penyelenggara Dark Mofo mengatakan telah mengundang Ali untuk menghadiri festival tahun depan.
Simak beritanya dalam bahasa Inggris disini.

Baca tanpa iklan