Saat Terakhir Sang Profesor Tepati Janjinya dengan Kematian
Pada pekan kedua Mei lalu, program Foreign Correspondent ABC mendampingi ilmuwan asal Kota Perth, Profesor David Goodall (104), untuk…
Dr Goodall tidak menerima hal itu.
Dia berbicara di depan umum, dan menyebabkan kecaman balik ke pihak universitas yang akhirnya mencarikan kantor yang lebih dekat ke rumahnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, mobilitas dan penglihatan Dr. Goodall pun memburuk.
Setelah terjatuh di rumahnya awal tahun ini, dia ketakutan akan dipaksa masuk panti jompo.
Dia pun mencoba untuk bunuh diri.
"Dia selalu merencanakan bahwa pada suatu titik, jika kehidupan tidak lagi layak dijalani atau tidak lagi berkualitas, hal inilah yang akan dilakukannya," kata putrinya, Karen Goodall-Smith. "Tapi hal itu gagal."
If you or anyone you know needs help:
- PANDA on 1300 726 306
- Lifeline on 13 11 14
- Kids Helpline on 1800 551 800
- MensLine Australia on 1300 789 978
- Suicide Call Back Service on 1300 659 467
- Beyond Blue on 1300 22 46 36
- Headspace on 1800 650 890
- Butterfly Foundation on 1800 334 673
Dr Goodall pun menghubungi organisasi advokasi hak untuk mati Exit International, yang dia jadi anggotanya cukup lama.
Organisasi ini didirikan Dr Philip Nitschke. Dan pada 2015, Dewan Medis Australia membatasi praktik medis Dr Nitschke, melarang dia memberikan saran tentang bunuh diri.
Registrasinya sebagai dokter berakhir pada Desember 2015 dan sekarang dia menjalankan Exit International dari Belanda.
Karena euthanasia sukarela dan bantuan untuk melakukan bunuh diri ilegal di Australia, Dr Nitschke menyarankan Dr Goodall pergi ke Swiss.
"Ini perjalanan yang luar biasa," kata Dr Nitschke, "dan saya kira dia akan menolak tetapi dia bilang ya."
Dalam tujuh tahun terakhir setidaknya 15 orang Australia telah melakukan apa yang dikenal sebagai "Opsi Swiss".
Mendukung hak-hak orang tua untuk mati di saat yang mereka memilih sendiri, Dr Goodall pun menggunakan hari-hari terakhirnya mempromosikan hal itu.
