Modifikasi Motor Roda Tiga Pengubah Hidup Difabel di Indonesia
Berkat penyedia jasa modifikasi sepeda motor, seperti Catur Bambang, kini warga difabel bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, tanpa…
Tedi merasa lebih aman setelah mengendarai sepeda motor hasil rakitan Catur.
Menjadi sebuah kebahagiaan bagi Catur setelah mengetahui banyak pelanggannya, terutama yang difabel bisa menemukan semangat hidup setelah dapat kembali beraktivitas sehari-hari.
Photo:
Tedi menggunakan motor roda tiga rancangan Catur Bambang untuk bekerja sebagai kurir online. (ABC: Iffah Nur Arifah)
Tapi tentu tetap ada beberapa kendala dengan sepeda motor roda tiga hasil modifikasinya, salah satunya adalah soal parkir.
"Di gedung, parkiran [untuk difabel] itu biasanya tidak mereka siapkan. Kadang kita mau masuk gedung parkiran saja tidak boleh, dengan alasan khusus untuk mobil," kata Tedi.
"Bagi warga difabel jalan jarak jauh itu lumayan capek. Saya memang tidak pake kursi roda, tapi pakai tongkat, jadi kalau jalan 100 meter-an itu lumayan sakit pinggang saya."
Keliling Indonesia dengan motor modifikasi
Sepeda motor modifikasi hasil rakitan Catur juga membuat warga difabel mengejar mimpinya.
Seperti Shinta Utami, perempuan asal Pekanbaru, Riau yang sudah mengunjungi beberapa tempat di Indonesia.
Sejak tahun 2015, Shinta harus menggunakan kursi roda akibat kakinya melemah setelah terserang polio.
Photo:
Shinta Utami singgah di tugu titik nol Indonesia di Kota Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam dalam perjalanan berkeliling Indonesia tahun 2015. (Supplied: Shinta Utami)
"Aku memang hobby jalan-jalan, tapi karena pakai kursi roda jadi harus pakai taksi kan itu mahal. Aku gak sanggup" ujar Shinta Utami.
Beruntung ayahnya memberikan hadiah sepeda motor yang telah dimodifikasi dan ia pun langsung melakukan kegemarannya berjalan-jalan keliling Indonesia.
Dalam setahun, ia sudah berkendara seorang diri sejauh 24,488 kilometer dengan menjelajahi 34 provinsi di Indonesia.
Photo:
Shinta Utami kembali melakukan perjalanan keliling Indonesia tahun 2017 lalu namun dengan menggunakan kursi roda. (Supplied: Shinta Utami)
Perjalanan keliling Indonesia mengantarkan Shinta diundang ke Istana Presiden, untuk mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia untuk "Perjalanan terjauh yang dilakukan dengan motor modifikasi oleh seorang penyandang disabilitas".

Baca tanpa iklan