Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Pria Australia Bantah Terlibat Rencana Ledakkan Pesawat Etihad

Pria Australia Amer Khayat yang kini menjalani persidangan kasus teroris di Beirut, Lebanon, membantah terlibat dalam rencana peledakan…

Tribun X Baca tanpa iklan

"Hari ini, semua yang kita dengar di WhatsApp isinya positif untuk Amer. Kita mendengarkan bagaimana dia memesan tiket, bagaimana dia membayar tiket, berapa kilo yang boleh dia bawa, dan bahwa dia cuti," kata Al-Rahi.

"Dia orang biasa yang membawa hadiah dan bermaksud kembali (ke Australia)," tambahnya.

Al-Rahi mengatakan Amer tidak tahu pasti apakah dia dikhianati oleh saudara-saudaranya. Atau, apakah rencana untuk meledakkan pesawat itu hanya rekaan dari pihak berwajib.

Amer mengatakan dia dijauhkan dari saudara-saudaranya hingga tak lama sebelum dia dijadwalkan pergi ke Lebanon pada Juli 2017.

Amer mengakui dirinya sebagai pengguna narkoba dan saudara-saudaranya tidak menyetujui gaya hidupnya itu.

Hakim ketua dalam persidangan ini menanyakan apakah terdakwa heran begitu saudara-saudaranya tiba-tiba ingin mengatur perjalanannya. Bahkan mereka mengantar Amer ke bandara dan menemaninya sampai ke bagian check-in.

Amer mengatakan dia memang bertanya-tanya mengenai perhatian berlebihan dari saudara-saudaranya itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Pihak berwajib Lebanon juga menunjukkan sebuah surat tulisan tangan yang diduga diunduh dari HP Amer.

Surat itu ditujukan kepada "ibu" dari seorang anak yang mengaku "sangat bersalah" dan "ingin beristirahat".

Amer membantah surat itu bukan catatan bunuh diri, atau pernyataan penyesalan tentang plot bom, karena itu ditanam di telponnya oleh intelijen Libanon.

Dia mengatakan surat itu bukan tulisannya, dan tidak mungkin dia tulis karena ibunya telah meninggal dunia pada tahun 2010.

Amer (38 tahun) yang berkewarganegaraan ganda Lebanon-Australia, mengaku pergi ke Lebanon agar bisa "menjadi pria dewasa", berhubungan kembali dengan keluarganya dan bersih dari narkoba.

Sebelum sidang berakhir, Amer sempat berteriak-teriak bahwa dia ingin kembali ke Australia.

Sejumlah tentara yang menjaga persidangan harus turun tangan menagan Amer yang terus memohon kepada majelis hakim.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas