Laboratorium di Australia Pastikan Temuan Fosil Hewan Pertama di Dunia
Apakah fosil berbentuk oval aneh ini merupakan fosil tanaman? Jamur atau amuba raksasa? Atau suatu bentuk evolusi yang gagal?Ternyata…
"Jika kita ingin memahami dari mana asal-muasal kita, bagaimana hewan berevolusi, kapan mereka berevolusi, kita sangat perlu memahami apa makhluk aneh ini," ujar Dr Brocks.
Photo:
Fosil-fosil tersebut ditemukan di tebing daerah pantai Laut Putih di Russia. (Supplied: Ilya Bobrovskiy/Australian National University)
Fosil Ediacaran pertama ditemukan di Bukit Ediacara di Flinders Ranges pada tahun 1946.
Sejak itu, para ilmuwan memperdebatkan apakah fosil Ediacaran adalah sisa-sisa lumut, jamur, amuba raksasa, hewan atau hanya bentuk evolusi yang gagal.
Sisa lemak di bebatuan purba
Untuk mengungkap misteri ini, tim peneliti berusaha menemukan tanda-tanda kimiawi dari molekul dalam bahan organik yang tersisa setelah makhluk itu membusuk di dasar laut dangkal.
"Yang paling keras dan terawetkan paling lama adalah lemak. Molekul-molekul ini bisa sangat stabil selama jutaan tahun," jelas Dr Brocks.
Untuk mendapatkan sampel, tim meneteskan asam ke permukaan batu dan membuang potongan-potongan bahan organik, yang kemudian ditempatkan ke pelarut dan dianalisis tanda-tanda kimiawinya.
Peneliti kemudian membandingkan tanda kimiawi yang menyelimuti fosil-fosil itu dengan yang ada di alas mikroba atau ganggang yang mengelilingi fosil.
"Kami menemukan tanda jelas dari molekul ganggang hijau dan menemukan tanda-tanda kolesterol ini," katanya.
Kolesterol sangat penting untuk fungsi setiap sel dalam tubuh hewan.
"Hanya hewan yang memiliki konsentrasi tinggi seperti ini," kata Dr Brocks.
John Volkman, seorang pakar biomarker lipid, mengatakan penelitian ini sangat berkualitas dan tidak mungkin terkontaminasi.
"Dari pola steroid yang mereka temukan kemungkinan besar ini hewan, bukan organisme lain," kata Dr Volkman.
Dia mengatakan sedimen pada periode usia tersebut biasanya memiliki tanda kimiawi 29 atom karbon.
"Itu biasanya dikaitkan dengan ganggang hijau, yang berkembang pada waktu itu," kata Volkman.

Baca tanpa iklan