Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Nurhayati Terus Mencari Suaminya di Balaroa yang Ditelan Bumi

Jumlah pasti korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami pekan lalu di Sulteng tampaknya tak akan pernah diketahui. Warga yang kehilangan…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Jumlah pasti korban tewas akibat gempa bumi dan tsunami pekan lalu di Sulteng tampaknya tak akan pernah diketahui. Warga yang kehilangan kerabatnya kini masih terus mencari kabar yang mungkin tak akan pernah tiba.

Salah satunya adalah Nurhayati (46), penduduk Balaroa yang kehilangan suaminya Daeng Rate pada saat kejadian.

Balaroa diperkirakan akan menjadi titik dengan jumlah korban tewas tertinggi dalam bencana di Sulteng.

Sekaligus, tampaknya akan berubah jadi kuburan massal karena sulitnya kondisi lapangan untuk menemukan mayat-mayat korban.

Kampung ini nyaris hilang ditelan bumi dan warga yang selamat memperkirakan sekitar 70 persen penduduk tewas tertimbun.

Balaroa yang terletak beberapa kilometer di luar Kota Palu sampai pada Jumat lalu dihuni 2.000 jiwa.

Regu penyelamat can tim pencari dengan menggunakan alat berat telah bekerja keras selama berhari-hari untuk menemukan korban yang selamat.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi karena diperkirakan lebih 1.000 orang dinyatakan masih hilang, tampaknya ini jadi tugas yang mustahil.

Desa ini kemungkinan jadi kuburan massal bagi mereka yang kini tertimbun di bawahnya.

Sebagian besar dari 1.747 rumah Balaroa kini dalam kondisi tertimbun. Rumah-rumah yang tersisa hanya menampaknnya bagian atas rumah.

Sejauh ini 600 penduduk Balaroa dipastikan tewas. Sekitar 1.000 orang lainnya dinyatakan hilang. Hanya sekitar 200 penduduk yang selamat.

Nurhayati, yang pada saat kejadian sedang mengunjungi tetangganya bersama suaminya Daeng Rate, kini masih terus mencari suaminya itu.

Dia menceritakan bagaimana dia berteriak memanggil suaminya agar melarikan diri. Namun belakangan dia menyadarai telah kehilangan pasangannya itu di tengah kekacauan.

"Tiba-tiba saja dinding rumah retak," katanya saat ditemui jurnalis ABC Anne Barker.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas