Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Belajar dari Gempa: Jantung Bumi Kemungkinan Lebih Lunak

Sebuah metode baru untuk mengetahui lapisan intti terdalam Bumi menunjukkan bahwa "jantung" planet kita tak sepenuhnya seperti yang…

Tribun X Baca tanpa iklan

Sebuah metode baru untuk mengetahui lapisan intti terdalam Bumi menunjukkan bahwa "jantung" planet kita tak sepenuhnya seperti yang dipahami selama ini.

Peneliti Hrvoje Tkalčić dan Thanh-Son Phạm dari Australian National University (ANU) menerapkan metode ini. Mereka menganalisa gema dari gempa bumi besar yang memantul di bagian dalam perut Bumi.

Menurut perhitungan mereka, lapisan terdalam Bumi kita ini lebih lunak dari yang diperkirakan sebelumnya.

Metode baru yang diterbitkan dalam Jurnal Science pada Jumat (19/10/2018) memicu pertanyaan: apa yang terjadi di lapisan Bumi tersebut?

"Kita selama ini berpikir inti tersebut berupa besi murni yang solid. Namun hal itu tak dapat dipastikan," jelas Louis Moresi, seorang ahli geofisika dari University of Melbourne.

Temuan baru, kata Moresi yang tak terlibat dalam penelitian tersebut, membuat pemahaman ini jadi terbuka.

Untuk memahami struktur yang ada di dalam perut Bumi, para seismolog menganalisis gelombang seismik akibat gempa bumi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Setelah gempa bumi besar, Bumi berosilasi, seperti lonceng," jelas Profesor Tkalčić.

Jaringan global dari instrumen yang disebut seismometer menangkap getaran yang bergerak mengelilingi dan melalui Bumi.

Teknik ini sama sekali tidak baru; sebab seismometer telah dikenal sejak tahun 1880.

Sampai tahun 1930-an, para ilmuwan percaya bahwa perut Bumi menyimpan bebatuan cair di tengahnya, diselimuti mantel padat dan ditutup lapisan kerak.

Setelah gempa magnitudo 7,29 tahun 1929 di Selandia Baru, instrumen seismometer di Eropa mencatat gelombang yang tak mungkin terjadi jika inti Bumi itu cair.

Ahli seismologi Denmark Inge Lehmann menduga bahwa pasti ada komponen padat di suatu tempat dalam perut Bumi.

Pada tahun 1936, Lehmann menerbitkan hasil penemuannya: Bumi memiliki inti terdalam.

Beberapa tahun kemudian, fisikawan AS Francis Birch menemukan teori bahwa inti terdalam Bumi ini terbuat dari besi padat.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas