Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Polisi NSW Batalkan Tuduhan Terorisme Terhadap Mahasiswa Srilanka

Polisi di negara bagian New South Wales (Australia) telah mencabut tuduhan terorisme terhadap seorang mahasiswa NSW University asal…

Tribun X Baca tanpa iklan

Polisi di negara bagian New South Wales (Australia) telah mencabut tuduhan terorisme terhadap seorang mahasiswa NSW University asal Sril Lanka yang sebelumnya dituduh berencana membunuh politisi Australia.

Kasus terorisme Nizamdeen

Mohamed Kamer Nizamdeen (25) ditahan bulan Agustus lalu dan dituduh membuat catatan mengenai rencana membunuh mantan perdana menteri Malcolm Turnbull dan mantan menlu Julie Bishop.

Dia dibebaskan dengan jaminan bulan lalu setelah pihak penuntut mengakui bahwa seorang pakar mengenai tulisan tangan tidak bisa membuktikan bahwa mahasiswa tersebut yang menulis di bukunya.

ABC mendapat laporan bahwa polisi menghentikan tuduhan berkenaan dengan mengumpulkan atau membuat dokumen guna melakukan tindakan terorisme.

Berbicara di luar gedung pengadilan di Sydney hari Jumat (19/10/2018), pengacara Nizamdeen Moustafa Kheir mengatakan proses pengadilan sudah menyebabkan banyak kerugian bagi mahasiswa yang sebelumnya ditahan di penjara yang super ketat pengamanannya selama satu bulan.

"Apa yang sudah dilakukan pihak berwenang terhadap anak muda ini betul-betul tidak bisa dimaafkan." katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dia harus ditahan di penjara super max, hal yang tidak bisa dimaafkan."

Polisi sebelumnya menuduh bahwa Nizamdeen memiliki beberapa peta untuk melakukan serangan terhadap beberapa lokasi di Sydney yang dianggap sebagai \'simbol\' setelah polisi dari tim kontra terorisme menahan Nizamdeen di Kensington bulan Agustus lalu.

Penangkapan dan penahanan terhadapnya menimbulkan protes di kota kelahiran Nizamdeen di Sri Lanka dimana ratusan orang sempat berkumpul.

Pengacara Nizamdeen Kheir mengatakan kliennya akan menggugat polisi untuk mendapatkan kompensasi.

"Kami akan mencari keadilan dengan segala kemungkinan yang ada." katanya.

"Kami akan mencari keadilan di Mahkamah Agung NSW."

Paman Nizamdeen, Faiszer Musthapha adalah Menteri Olahraga dan Pemerintahan Lokal Sri Lanka dan bulan lalu mengatakan kepada ABC bahwa dia percaya keponakannya tidak bersalah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas