Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Australia Sambut Baik Keinginan Indonesia Atasi Sampah Plastik

Konsul Jenderal RI di Northern Territory (NT) Dicky Soerjanatamihardja menyatakan Pemerintah RI kini berupaya mengatasi sampah plastik…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Indonesia tercatat sebagai negara terbesar kedua penghasil limbah plastik di laut setelah China.

Para peneliti di Australia percaya kebanyakan sampah plastik yang tersapu ke wilayah terpencil di NT berasal dari ribuan kapal penangkap ikan yang beroperasi di Laut Arafura.

"Kita perlu lebih banyak mendidik anak-anak kita... untuk mulai mengelola limbah, terutama limbah yang tidak dapat terurai seperti plastik," kata Konjen Dicky.

Kylie Tune menyatakan sependapat dengan hal itu. Menurut dia, tantangan terbesar persamalahan ini adalah bagaimana mendidik warga masyarakat.

Namun di sisi lain, katanya, pemerintah RI juga harus mencari cara untuk mengelola sampah dengan lebih baik.

"Ketika kita ke pantai, jelas sekali sampah-sampah di sini berasal dari kapal. Hal itu tak diragukan lagi. Namun banyak juga sampah rumahtangga," katanya.

"Pendidikan sangat penting. Namun jika kita tak memiliki mekanisme untuk membuang sampah dari rumah, toko atau tempat usaha, tentunya kita akan bermasalah," ujar Tune.

Rekomendasi Untuk Anda

Konjen Dicky Soerjanatamihardja dalam kunjungannya itu mendengar aspirasi warga setempat mengenai upaya meningkatkan hubungan kedua pihak.

Informasi yang diperoleh ABC menyebutkan Konsul RI untuk NT kali ini tidak sempat menemui para petugas setempat yang selama ini menangani permasalahan sampah di sana. Namun diperkirakan akan kembali ke wilayah tersebut pada Februari atau Maret mendapang.

Simak berita selengkapnya di sini.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas