Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Korban Mahasiswi Israel Yang Tewas di Bundoora Melbourne Adalah Aya Masarwe

Polisi di Melbourne mengatakan korban yang tewas di Bundoora hari Rabu malam adalah mahasiswi program pertukaran berusia 21 tahun…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Polisi di Melbourne mengatakan korban yang tewas di Bundoora hari Rabu malam adalah mahasiswi program pertukaran berusia 21 tahun asal Israel Aya Masarwe.

Menurut keterangan ketika peristiwa terjadi, Masarwe sedang berbicara lewat telepon dengan saudara perempuannya.

Masarwe warga Israel keturunan Arab sedang berada di Melbourne sebagai bagian dari program pertukaran dari Shanghai University di China, ketika dia diserang hari Rabu dinihari.

Tubuhnya ditemukan di pagi hari oleh pejalan kaki di dekat sebuah pemberhentian tram di Plenty Road, Bundoora, sekitar 35 km dari pusat kota Melbourne.

Polisi mengatakan dia diserang dan dibunuh tidak lama setelah turun dari tram Rute 86.

Dia hendak pulang ke rumah setelah menonton pertunjukkan di sebuah klub komedi The Comics Lounge di North Melbourne.

Polisi masih menyelidiki apakah dia mendapat penganiayaan seksual ketika dia diserang.

Rekomendasi Untuk Anda

Polisi sudah menyebarkan gambar kaos dan topi yang ditemukan di lokasi kejadian, yang diperkirakan adalah milik orang yang membunuh Masarwe.

Menurut Detective Inspector Andrew Stamper dari Kepolisian Melbourne, Aya Masarwe sedang berbicara dengan saudara perempuannya yang berada di luar Australia, sekitar pukul 12.10 dinihari, saat ketika dia diserang.

"Yang menyedihkan, saudaranya sedang berbicara dengannya lewat telepon.\' kata Stamper.

"HPnya kemudian jatuh, dan dia tidak bisa menghubungi dia lagi. Kami memperkirakan itulah saatnya dia diserang."

"Dia mendengar suara ada yang jatuh, suara telepon jatuhu, dan terdengar suara lain, dan itu yang terdengar."

Masarwe adalah gadis yang pintar dan lucu

Paman Masarwe mengatakan Aya adalah seorang gadis yang \'sangat pintar\' dan \'lucu\' yang pindah ke Australia untuk melanjutkan pendidikannya di bidang bisnis.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas