Pencemaran Kali Brantas: "Australia, Ambil Sampahmu dari Indonesia"
Hasil investigasi sebuah lembaga konservasi lingkungan di Jawa Timur menunjukkan adanya praktik penyelundupan sampah plastik dari…
Dalam kertas bekas yang diterima pabrik tersebut, ditemukan pula sampah plastik dari personal care dalam kemasan sachet, bungkus makanan, botol plastik, kantung plastik, popok, dan beberapa diantaranya bertuliskan "Made in Australia".
Ecoton menemukan beberapa pabrik kertas yang kemudian menjual sampah-sampah ini kepada masyarakat untuk dipilah, dengan harga mencapai Rp 1,2 juta per ton.
Tapi karena sebagian besar sampah plastik ini tidak bisa didaur ulang, warga kemudian membakarnya atau menimbunnya di tepi sungai.
Prigi mengatakan telah menyampaikan masalah ini kepada pemerintah Indonesia, lewat Kementerian Perindustrian dan Kementerian Lingkungan Hidup dan meminta agar impor kertas bekas dievaluasi secara menyeluruh.
Photo:
Amerika Serikat dan Australia masuk dalam daftar negara pengekspor sampah kertas terbanyak ke Jawa Timur. (Foto: Koleksi Ecoton)
Sementara kepada pemerintah Australia, Ecoton juga menuntut agar pengecekan pelabuhan-pelabuhan di Australia diperketat, sebagai upaya menghentikan penyelundupan sampah lewat pengiriman kertas bekas.
"Ada pelanggaran aturan dan etika dari menyelundupkan sampah ... kalau ternyata memang menganggap Indonesia jadi tempat sampah bagi Australia harusnya ada perjanjian bukan diselundupkan," tegas Prigi.
Ecoton juga meminta Australia bertanggung jawab atas dampak buangan sampah plastik ke aliran air, yang pernah disampaikan kepada Kedutaan Besar Australia di Jakarta 11 April lalu namun mereka mengaku belum mendapatkan tanggapan.
Ikuti berita-berita lainnya dari ABC Indonesia.

Baca tanpa iklan