Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 00:00 WIB
Portugal
Portugal
1 - 1
DR Congo
RD Kongo
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 03:00 WIB
England
Inggris
VS
Croatia
Kroasia
Grup L - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ghana
Ghana
VS
Panama
Panama
Grup K - Matchday 1
Kamis, 18 Juni 2026 | 09:00 WIB
Uzbekistan
Uzbekistan
VS
Colombia
Kolombia
Grup A - Matchday 2
Kamis, 18 Juni 2026 | 23:00 WIB
Czechia
Ceko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
ABC World

PM Papua Nugini Peter O'Neill Mengundurkan Diri

Perdana Menteri Papua Nugini Peter O\'Neill menyampaikan pengunduran dirinya pada Minggu (26/5/2019) setelah tujuh tahun menduduki…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Memuat video…

Perdana Menteri Papua Nugini Peter O\'Neill menyampaikan pengunduran dirinya pada Minggu (26/5/2019) setelah tujuh tahun menduduki jabatan tertinggi di negara tersebut.

Peter O\'Neill mengatakan pada konferensi media di Port Moresby bahwa pergerakan yang terjadi di parlemen negaranya baru-baru ini menunjukkan adanya "kebutuhan akan perubahan".

Mengapa PM Peter O\'Neill mundur:

  • Tekanan terhadap Peter O\'Neill terus meningkat untuk mengundurkan diri menyusul pengunduran diri para pendukung utama
  • Blok Oposisi mengatakan memiliki 62 anggota parlemen, yang akan memberikan pengaruh mayoritas di Parlemen
  • Peter O\'Neill telah menyerahkan kepemimpinan kepada Sir Julius Chan, yang akan menjadi PM untuk ketiga kalinya

Dia telah menyerahkan kepemimpinan kepada Sir Julius Chan, yang akan menjadi perdana menteri untuk ketiga kalinya.

Pengumuman ini menyusul pembelotan signifikan yang dilakukan pemerintahannya selama berminggu-minggu terhadap Oposisi.

Pada hari Jumat (24/5/2019), salah satu sekutu utama koalisi O\'Neill meninggalkannya.

Peter O\'Neill mengatakan dirinya masih mendapat dukungan dari 48 anggota parlemen, dan banyak dari mereka turut mendampinginya dalam menyampaikan konferensi pers untuk mengumumkan pengunduran dirinya.

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi pihak Oposisi mengatakan pengumuman O\'Neill itu "tidak relevan" lagi dan bahwa ada 63 anggota parlemen yang tersisa yang akan mendukung bloknya dan akan membentuk pemerintahan baru.

Pengunduran diri ini akan diformalkan ketika Peter O\'Neill mengunjungi Gubernur Jenderal, yang menurut rencana akan dilakukan "dalam beberapa hari mendatang".

Awal bulan ini, Peter O\'Neill berhasil menghentikan serangan terhadap kepemimpinannya dengan menunda sidang Parlemen di Papua Nugini selama tiga minggu sebelum diselenggarakannya pemungutan suara yang direncanakan untuk menyatakan mosi tidak percaya pada dirinya.

Meskipun bersikeras akan memiliki pemerintahan mayoritas, oposisi yang berusaha untuk menggulingkan Peter O\'Neill tidak mencukupi jumlahnya.

Setelah menolak desakan untuk mengundurkan diri selama berminggu-minggu, Peter O\'Neill kini telah menerima bahwa ia tidak lagi memiliki dukungan untuk mempertahankan kepemimpinannya.

Sir Julius sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri antara 1980 dan 1982 dan dari 1994 hingga 1997.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan dia memiliki "persahabatan dan hubungan yang kuat" dengan Peter O\'Neill dan mengatakan dia berharap untuk bekerja dengan penggantinya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas