Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Penularan Corona Mulai Menurun, Kapan Pembatasan di Melbourne Dilonggarkan?

Melonggarkan aturan COVID-19 harus seperti menggunakan parasut saat terjun bebas dari langit. Parasut tetap harus tetap terus dipakai,…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Hingga hari Jumat (21/08), negara Bagian Victoria, Australia kembali mencatat penurunan jumlah kasus COVID-19 menjadi 179 kasus. Namun melonggarkan pembatasan sosial justru dikhawatirkan akan memicu gelombang ketiga pandemi.

Sejak lebih dari sebulan lalu, jumlah kasus hari ini untuk pertama kalinya berada di bawah angka 200. Selain itu selama lima hari berturut-turut tercatat jumlah kasus baru di bawah 300.

Sejumlah pihak menyebutkan ini adalah hasil dari penerapan aturan pembatasan sosial yang sangat ketat di Victoria, yakni pembatasan tahap empat untuk metropolitan Melbourne dan pembatasan tahap 3 untuk wilayah regional.

Namun wakil pejabat tertinggi bidang medis Victoria, Dr Allen Cheng menyatakan kasusnya masih harus menjadi satu atau dua digit sebelum Melbourne dapat keluar dari pembatasan tahap empat.

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews kemarin juga mengindikasikan hal yang sama.

"Meskipun trennya bagus dan angka kasusnya tinggal 200-an bahkan setengah dari jumlah itu pun, jika dilonggarkan sekarang, kita tak akan mengalahan wabah gelombang kedua ini," kata Premier Andrews.

"Kita malah akan memulai gelombang ketiga," tambahnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Premier Andrews belum mau bicara soal pelonggaran lockdown karena sejumlah alasan berikut ini.

Khawatir pada gelombang ketiga

Ada analogi parasut yang digunakan untuk menggambarkan situasi pada awal pandemi ketika orang berbicara soal pelonggaran pembatasan sosial.

Analoginya, kita melompat keluar dari pesawat dan mulai jatuh ke Bumi, lalu kita membuka parasut sehingga kecepatan jatuh kita itu melambat, tapi tentu tak boleh melepaskan parasut itu.

Menjaga jarak, tinggal di rumah, jam malam, mengenakan masker, dan hal lainnya merupakan parasut. Kapan hal itu ditinggalkan, maka akan membawa konsekuensi.

Segala pembatasan sosial yang diibaratkan parasut tersebut kini masih berlaku di Victoria hingga 13 September.

Menurut Preimer Andrews, pihaknya akan terus berpedoman pada rekomendasi pakar kesehatan masyarakat.

"Kita harus menerima seberat apapun bahwa perjalanan kita ini masih panjang. Kita harus berupaya sekuat mungkin menurunkan angka-angka ini," katanya.

Ia mengatakan akan ada saatnya nanti pelonggaran itu dilakukan.

PIC TEASER Kabar Warga Indonesia di Victoria

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas