Tribun

Pakar Mengingatkan Vaksinasi Efektif Melindungi Anda dari Sakit yang Parah Jika Tertular COVID-19

Kenapa angka kasus di Melbourne naik padahal sudah \'lockdown\' ketat? Sejumlah pertanyaan Anda seputar kondisi terkini pandemi COVID-19…

Tetapi pembukaan perbatasan akan membutuhkan sistem karantina di rumah yang lebih kuat.

Karena varian Delta dua kali hingga lima kali lebih menular, maka proses karantina di rumah pun akan menjadi lebih berisiko.

"Di sebagian besar rumah tangga, jika satu orang terinfeksi, semua orang menjadi terinfeksi," jelas Mary-Louise.

"Jika satu orang akan dikarantina di rumah [setelah perjalanan], seharusnya semua orang divaksinasi sepenuhnya. Kalau itu tidak mungkin, Anda harus benar-benar memikirkan hotel atau fasilitas karantina lain."

Saya divaksinasi dengan Sinovac, apakah akan mempengaruhi kunjungan saya ke Australia di masa depan?

Sejauh ini, lembaga Therapeutic Goods Administration (TGA) di Australia baru menyetujui 3 vaksin untuk digunakan di Australia, yakni vaksin Comirnaty (Pfizer), Vaxzevria (AstraZeneca), serta Spikevax (Moderna).

Akan tetapi, belum tentu orang yang telah menerima vaksin lain, seperti Sinovac, tidak akan diizinkan masuk ke Australia jika nanti perbatasan dibuka.

Pemerintah Australia belum mengumumkan apakah akan menerima pengunjung yang divaksinasi dengan vaksin selain dari Moderna, Pfizer dan AstraZeneca.

"Kita ada kemampuan untuk meminta orang-orang untuk melakukan tes PCR sebelum mereka naik pesawat, atau tes antigen cepat pada saat kedatangannya di Australia," kata Mary-Louise.

"Jadi tampaknya hal ini tidak akan menyebabkan kesulitan besar, jika mereka divaksinasi penuh dengan Sinovax," kata Mary-Louise.

Apakah warga di Australia akan mendapatkan vaksin booster?

Seiring waktu antibodi atau kekebalan vaksin di tubuh kita akan menurun seiring waktu.

Itulah menjadi alasan beberapa negara, termasuk Indonesia, mulai memberikan vaksinasi dosis ketiga atau istilahnya 'booster', terutama bagi mereka yang berada dalam kelompok rentan tertular dan sakit parah.

"Antibodi mulai berkurang dalam waktu sekitar 6-8 bulan. Itu tergantung pada efektivitas vaksin," jelas Mary-Louise.

"Kelompok yang akan ditawari vaksin [ketiga] akan mencakup orang-orang yang ada kondisi medis, gangguan sistem kekebalan, atau siapapun yang berusia di atas 65 tahun." ujar Mary-Louise.

Ia sudah melihat hal tersebut terjadi di Amerika Serikat dan Inggris, sehingga mungkin akan diterapkan juga di Australia.

Tapi Mary-Louise mengatakan dirinya saat ini tidak berharap jika vaksin 'booster' kemudian akan diberikan secara luas, karena sebagian besar orang di dunia masih belum menerima dosis pertama.

"Hanya 44 persen dari seluruh dunia sudah mendapat setidaknya satu dosis vaksin. Itu tidak tinggi," ujarnya.

"Penelitian lebih lanjut diperlukan tentang apakah dosis penuh dibutuhkan untuk booster atau tidak. Apakah kita membutuhkan dosis mikro? Kapan kita membutuhkan dosis itu?"

"Masih banyak yang harus dipelajari… kita harus menunggu penelitian lebih lanjut tentang itu dan mendukung negara tetangga [dengan upaya vaksinasi mereka]."

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli

Wiki Populer

berita TERKINI
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas