Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Saat Inggris Mengalami Wabah PMK, 6 Juta Hewan Ternak Disembelih

Inggris juga pernah mengalami wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sekitar 21 tahun yang lalu. Saat itu, lebih dari 6 juta hewan ternak…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Langkah-langkah biosekuriti telah ditingkatkan di bandara, termasuk memasang alas kaki disinfektan sitrat dan meningkatkan pengawasan terhadap produk daging yang masuk ke negara itu.

Menteri Pertanian Murray Watt juga mengumumkan gugus tugas baru yang dibentuk untuk berfokus pada cara terbaik mempersiapkan diri untuk menghadapi potensi wabah.

Pemerintah juga mempertimbangkan saran yang merekomendasikan orang yang kembali dari Indonesia menghindari pertanian Australia selama lima hingga tujuh hari.

Jika ada satu kasus positif di Australia, ekspor ternak akan segera dihentikan dan rencana darurat veteriner nasional yang disebut AUSVETPLAN akan diberlakukan.

"Karena kami sangat bergantung pada pasar ekspor kami, sekitar 60 hingga 70 persen daging merah kami pergi ke luar negeri, dan jika pasar tersebut akan segera ditutup, akan membutuhkan waktu lama untuk membangun kembali pasar tersebut. Dampak ekonominya sangat besar," kata Bill.

Ia mengatakan Australia sudah berada dalam posisi yang lebih baik untuk mengendalikan wabah berkat kemampuan untuk melacak pergerakan ternak, serta iklim yang lebih hangat dan lebih kering yang mengurangi penyebaran penyakit yang terbawa angin.

Dan masih ada pelajaran yang bisa diambil dari Inggris untuk menghindari pemusnahan begitu banyak ternak.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pelajarannya adalah bahwa kami akan mengadopsi strategi yang berbeda dengan Inggris dan mudah-mudahan bisa mengandalkan penilaian risiko berkualitas tinggi dan penyembelihan yang lebih tepat sasaran."

Robert Craig mengatakan pelajaran terbesar dari wabah Inggris adalah menyadari bahwa petani memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi ternak mereka sendiri.

"Anda harus sangat menjaga keamanan hayati Anda sendiri dan membatasi orang untuk datang dan pergi," katanya.

"Karena begitu Anda ketinggalan, sangat sulit untuk berada di depan lagi dan mengendalikannya kembali."

Artikel ini dirangkum dan diproduksi oleh Hellena Souisa dari ABC News.

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas