Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Menggunakan Bahasa Rusia Menyebabkan 'Rasa Sakit' Bagi Sejumlah Warga Ukraina

Meski dibesarkan dengan menggunakan bahasa Rusia, sejumlah orang tidak mau lagi menggunakannya. Bukan hanya dianggap sebagai "bahasa…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Di awal tahun 2022, Olena Fedosieieva, seorang guru berusia 48 tahun, masih menikmati kehidupannya di Dnipro, Ukraina.

Namun setelah mendengar jika Ukraina akan diserang Rusia, ia mulai merasa tidak nyaman.

Selama lebih dari sebulan Olena tidak mengizinkan putrinya yang remaja untuk pergi ke mana-mana.

Olena mulai mempersiapkan dokumen-dokumen dan barang-barang penting lainnya ke dalam koper.

Saat ia terbangun di pagi hari tanggal 24 Februari 2022 karena suara bom, ia segera tahu inilah waktunya untuk mengungsi.

"Kami sadar perang sudah dimulai," katanya.

Olena bersama putrinya dan saudara perempuannya berkendara selama lebih dari 24 jam tanpa henti untuk melarikan diri dari Ukraina, yang sudah digempur Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Selama lima hari mereka terdampar di perbatasan Rumania dan hanya bisa bertahan tinggal di dalam mobil mereka.

Saat itu sedang musim dingin, suhu udara di malam hari bisa turun ke minus lima derajat Celsius.

"Kami tidak bisa menunjukkan perasaan, hanya bisa mencoba bertahan hidup," katanya.

Saat ini mereka tiba di Jerman, Olena membuat keputusan,seperti yang banyak dilakukan warga lainnya.

Mengubah bahasa sehari-hari

Setahun setelah meninggalkan rumahnya, Olena tidak lagi menggunakan bahasa Rusia.

Padahal bahasa ini digunakan keluarganya turun temurun.

Ia mengganti dengan bahasa sesuai hatinya: bahasa Ukraina.

Bagi Olena ini adalah keputusan yang mudah.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas