Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Peternak Australia Menunggu Hasil Uji Dari Mana Penyakit Kulit Sapi di Indonesia Berasal

Peternak sapi di Australia Utara sedang was-was, karena hewan ternak mereka sedang diuji untuk mencari tahu apakah penyakit kulit…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Peternak Australia Menunggu Hasil Uji Dari Mana Penyakit Kulit Sapi di Indonesia Berasal
ABC Radio Australia
Meski pihak berwenang di Australia sudah membantah, namun kepala karantina hewan Indonesia menuding sapi impor Australia yang terdeteksi penyakit kulit terjangkit di Australia.  (Supplied: DAWE/Shutterstock) 

Jika penyakit LSD ditemukan di Australia, semua ekspor ternak, daging, dan susu sapi akan dihentikan, sehingga berpotensi merugikan perekonomian lebih dari $7 miliar dalam setahun.

Pihak berwenang Australia sebelumnya menyatakan ke-13 ekor sapi yang terdeteksi pengidap LSD kemungkinan tertular oleh serangga setelah tiba di Indonesia, mengingat penyakit itu telah menyebar di sana sejak Maret 2022.

Hasil dari pengujian ternak di empat fasilitas yang ditangguhkan diharapkan sudah diketahui hasilnya pada akhir minggu ini.

Menteri Agribisnis NT Paul Kirby dan Ketua Asosiasi Peternak NT David Connolly bertemu dengan Menteri Pertanian Australia Murray Watt bersama Dr Mark Schipp, hari ini untuk membahas permasalahan ini.

Paul mengatakan serangkaian pengujian telah berjalan di NT sejak pekan ini dan dia berharap perdagangan ternak dengan Indonesia dapat segera dipulihkan kembali.

"Kami sangat berharap dua fasilitas ekspor di NT yang saat ini dilarang mengirim stok ke Indonesia akan segera beroperasi," katanya.

"Kami yakin bahwa pengujian tidak akan meluas lebih ternak-ternak yang ada di kandang ternak ekspor, karena kami akan dapat membuktinya bahwa ada tidak ada insiden dan tidak ada ternak yang terinfeksi," tegasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Perdagangan ekspor ternak Australia saat ini masih berlanjut, ditandai dengan kapal ternak Bison Express yang angkat sauh meninggalkan Pelabuhan Darwin menuju Filipina.

Sebanyak 24 fasilitas ekspor ternak lainnya di seluruh Australia tetap mempertahankan kemampuannya untuk berdagang dengan Indonesia.

Laporan oleh Daniel Fitzgerald, diproduksi oleh Farid Ibrahim untuk ABC Indonesia

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas