Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Empat Cara kota Tokyo Terbebas dari Masalah Kekurangan Perumahan

Tidak seperti kebanyakan ibu kota lainnya di dunia, Tokyo tidak alami kekurangan perumahan. Kami bertemu dengan para pakar di Jepang…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Empat Cara kota Tokyo Terbebas dari Masalah Kekurangan Perumahan
ABC Radio Australia
Sebuah rumah tua di kawasan bisnis Tokyo dijadikan kafe. (ABC News: Yumi Asada) 

Tokyo memiliki salah satu sistem transportasi tercanggih di dunia, tapi tentu saja bisa penuh berkali-kali lipat di jam-jam sibuk.

Pembangunan jarang ditolak, tak banyak juga cara menolaknya 

Nimbyisme, seperti yang kita bahas di atas, umumnya merujuk pada warga yang berunjuk rasa menentang kepadatan atau pembangunan komersial, karena menganggap proyek semacam itu akan merusak "karakter" suatu lingkungan.

Namun para pendukungnya juga seringkali dituduh menghambat pembangunan kota yang dibutuhkan.

Jorge mengatakan penduduk Tokyo jauh lebih menerima pembangunan dan densitas atau kepadatan, karena mereka menyadari manfaatnya, serta membuat berbagai jenis layanan seringkali tersedia lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.

Tokyo adalah kota yang terus berubah. Namun munculnya "menara super", sebutan bagi gedung yang tingginya mencapai lebih dari 50 lantai, menimbulkan kekhawatiran warga.

Dalam kasus ini, warga tidak punya hak untuk menyatakan keberatannya. Jika rencana pembangunan dalam sebuah kawasan diubah untuk pembangunan yang lebih besar, warga hanya diberi waktu dua minggu untuk menyampaikan keluhan.

"Tapi warga di Tokyo pekerja keras, mereka tidak punya waktu untuk mengecek situs pemerintah kota [untuk cari tahu soal pembangunan]," kata Jorge.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya curiga sering kali pengembang dan pemerintah tidak melakukan yang terbaik untuk bisa memberi tahu warganya kalau lingkungan komunitas mereka akan berubah drastis."

"Saya rasa warga di Jepang, di Tokyo, mereka harus diberi lebih banyak kesempatan untuk berpartisipasi [dalam demokrasi]", jelas Jorge.

Artikel ini diproduksi dan dirangkum Erwin Renaldi dari laporan dalam bahasa Inggris

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas