Tribun

Bea Cukai Bantu Fasilitasi Ekspor Produk Dalam Negeri Dari Tual dan Yogyakarta

Bea Cukai terus menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan asistensi industri dalam negeri dengan secara aktif mendorong kegiatan ekspor.

Editor: Content Writer
zoom-in Bea Cukai Bantu Fasilitasi Ekspor Produk Dalam Negeri Dari Tual dan Yogyakarta
dok. Bea Cukai
Perusahaan yang kali ini melakukan ekspor adalah CV Indo Marine Fish di Tual, Maluku. Perusahaan tersebut mengirimkan hasil laut jenis ikan kerapu hidup sebanyak 9.930 ekor ikan jenis kerapu dalam keadaan hidup dengan berat 8.800 Kg yang mempunyai nilai devisa untuk negara sebesar USD 90.000,00. 

TRIBUNNEWS.COM – Kegiatan ekspor menjadi salah satu yang digencarkan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional. Bea Cukai sebagai bagian dari pemerintah, dalam menjalankan tugas dan fungsinya dalam memberikan asistensi industri dalam negeri, terus aktif dalam mendorong kegiatan ekspor.

Kasubdit Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan Bea Cukai Hatta Wardhana menyatakan dari asistensi yang gencar dilakukan, para pelaku usaha dalam negeri sudah makin banyak yang berhasil memasarkan hasil produksinya ke luar negeri.

“Bea Cukai secara aktif mendorong para pelaku usaha dalam negeri lewat pemberian insentif berupa fasilitas untuk meningkatkan kinerja perusahaan sehingga hasil produksinya dapat bersaing di pasar internasional,” ujar Hatta.

Perusahaan yang kali ini melakukan ekspor adalah CV Indo Marine Fish di Tual, Maluku. Perusahaan tersebut mengirimkan hasil laut jenis ikan kerapu hidup sebanyak 9.930 ekor ikan jenis kerapu dalam keadaan hidup dengan berat 8.800 Kg yang mempunyai nilai devisa untuk negara sebesar USD 90.000,00.

Bea Cukai Tual terus berupaya mendorong peningkatan ekspor melalui program Layanan Percepatan Ekspor Bea Cukai Tual (Lapor BC Tual).

Lewat program ini tim Lapor BC Tual melakukan asistensi kepada para pelaku usaha dan UMKM yang begerak pada hasil laut dikarenakan daerah Maluku dikenal sebagai salah satu lumbung ikan terbesar di indonesia, tidak hanya sumber daya laut tetapi sumber daya dari sektor lainnya seperti tanaman "Enbal" yang merupakan tanaman yang menjadi ciri khas Kepulauan Kei ini terus di dorong juga untuk dapat diekspor sehingga dapat membantu peningkatan perekonomian di daerah.

Sementara itu, di Yogyakarta, PT Busanaremaja Agracipta (BRA-1) kembali mengirimkan barang produksinya ke pasar global. Dalam dua hari berturut-turut perusahaan kawasan berikat ini mengirim ribuan pakaian dalam ke dua negara berbeda.

Total sebanyak 3,4 ton pakaian dalam dikirim ke Austria menggunakan kontainer ukuran 40 feet pada tanggal 21 Maret 2022. Sedangkan pada hari selanjutnya, sebanyak 0,5 ton pakaian dalam berangkat dari Bantul ke Filipina menggunakan kontainer 20 feet sebagai sarana pengangkutnya.

Total devisa negara yang masuk atas dua ekspor tersebut mencapai 215.966 USD. Pemerintah sangat mendukung ekspor yang dilakukan oleh seluruh pelaku usaha dalam negeri. Dengan tumbuhnya perusahaan dalam negeri, hal ini ikut menumbuhkan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sejalan dengan itu, Bea Cukai Yogyakarta terus memberikan pelayanan terbaiknya pada seluruh pengguna jasa. Dalam kegiatan ekspor, Pemeriksa Bea dan Cukai selalu memberikan pelayanan prima dalam pemeriksaan dokumen, pengawasan muat barang, hingga penyegelan kontainer. (*)

Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas