Tribun

Pembelian Pertalite

Pertamina Belum Mau Naikkan Harga Pertamax Padahal Selisih Sudah Melonjak

Padahal, Pertamax bukanlah jenis BBM penugasan, yang penyesuaian harganya bisa saja dilakukan sesuka hati oleh Pertamina.

Penulis: Bambang Ismoyo
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Pertamina Belum Mau Naikkan Harga Pertamax Padahal Selisih Sudah Melonjak
Doc. Pertamina
Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah yang melalui Kementerian Keuangan telah mengajukan penambahan subsidi untuk mendukung upaya Pertamina dalam penyediaan dan penyaluran BBM dan LPG bersubsidi. PT Pertamina (Persero) mengaku masih enggan untuk menaikkan harga Pertamax. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Harga minyak dunia sampai saat ini masih melambung tinggi dan terus mengalami fluktuasi.

Meski demikian, PT Pertamina (Persero) mengaku masih enggan untuk menaikkan harga Pertamax.

Padahal, Pertamax bukanlah jenis BBM penugasan, yang penyesuaian harganya bisa saja dilakukan sesuka hati oleh Pertamina.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mengungkapkan, jika melihat kondisi harga minyak dunia saat ini, harga keekonomian Pertamax seharusnya dibanderol di kisaran Rp17.000 per liter.

Baca juga: Viral Lowongan Kerja Buzzer MyPertamina, Manajemen Pertamina Sebut Tidak Tahu

“Untuk Pertamax, kami masih mematok Rp12.500 per liter, kalau kita lihat untuk BBM RON 92 ini kompetitor rata-rata menetapkan harga Rp17.000 karena harga keekonomian Rp17.950,” papar Nicke saat melakukan rapat bersama Komisi VI DPR-RI di Jakarta, (6/7/2022).

Alasan Pertamina tidak ingin terburu-buru menaikkan harga Pertamax sesuai dengan harga keekonomian saat ini adalah, dikhawatirkan bakal terjadinya shifting atau perpindahan pengguna Pertamax ke Pertalite.

Jika terjadi, maka realisasi konsumsi Pertalite bakal meningkat signifikan, dan kuota Pertalite akan semakin jebol.

Sebagai informasi, Pertalite merupakan salah satu jenis BBM penugasan yang harga jualnya disubsidi oleh Pemerintah. Sehingga kuota Pertalite di setiap tahunnya dibatasi.

Apabila distribusinya tidak tepat sasaran dan dibatasi, hal tersebut akan berdampak terhadap anggaran subsidi Pemerintah dan kinerja keuangan Pertamina.

Halaman
1234
Ikuti kami di
berita POPULER
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas