Karyawan Mandala Mulai Gelisah
Akibat tersandung masalah keuangan, operasi penerbangan Maskapai Mandala Air berhenti berdenyut. Karyawan PT Mandala Airlines pun
Penulis:
Ade Mayasanto
Editor:
Johnson Simanjuntak
Kendati berhenti operasi, aktivitas karyawan di kantor pusat PT Mandala Airlines tetap berjalan. Sejumlah karyawan masih berdinas hingga mentari terlihat tenggalam.
"Saya mulai berpikir resign.
Perusahaan sudah goyah," kata Suci, salah satu karyawan Mandala Air
saat ditemui di kantor pusat PT Mandala Airlines, Jakarta, Jumat (14/1/2011).
Menurutnya, niatan untuk berpindah kerja ditempuh dengan berat
hati. Apalagi, gaji yang diterima selama bertugas di Mandala terbilang
menggiurkan.
"Berat hati juga sih. Tapi bagaimana lagi. Menunggu
dipecat, uang penggantinya juga tidak jauh beda bila saya mengundurkan
diri," ujar Suci.
Sumber tribun menyebut, kegelisahan bukan hanya dialami Suci
belaka. Sejumlah pilot, dan pramugari juga harap-harap cemas dengan
'badai' keuangan yang menerpa Mandala. Bahkan, pramugari dan pilot
sempat berkumpul pada hari Kamis kemarin (13/1/2011). Mereka berkumpul
sekedar untuk mencari tahu kejelasan nasib mereka setelah operasi
maskapai Mandala berhenti.
"Tadi pagi, mereka juga kumpul. Ya sekitar pukul 10.00 WIB," ucap sumber.
Dia
menjelaskan, pertemuan untuk menjalin solidaritas bersama. Mereka tidak
ingin terkatung-katung menanti nasib. "Memang para pilot dan pramugari
yang paling keras bersuara," paparnya.
Untuk diketahui, PT Mandala Airlines telah resmi mengajukan
permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan
Niaga Jakarta Pusat, Kamis petang (13/1/2011). Berbekal berkas permohonan
yang diajukan ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, pihak Mandala memiliki
utang yang tidak sedikit. Bila dikonversi, total utang Mandala mencapai
Rp 800 miliar. Nilai utang tersebut berasal dari sekitar 271 kreditur.
Namun demikian, besaran utang dan kreditur tersebut, masih
berfluktuatif. Jumlah utang dan kreditur bakal membengkak seiring
masuknya tagihan yang masuk ke pihak pengurus yang ditunjuk. Saat ini
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat telah merekomendasikan Duma Hutapea
sebagai pengurus.
Staf Head of Corporate Communication Mandala Airlines, Safitri
Rubianti kepada wartawan menjelaskan, kondisi keuangan Mandala tersebut
tak akan berlanjut pada pemutusan kerja besar-besaran. Saat ini,
karyawan tetap bekerja.
"Karyawan bekerja seperti biasanya," ujar Fitri.
Perlakuan
berbeda hanya diperuntukkan kru maskapai Mandala. Untuk pilot,
pramugari dan ground heandling, pihak Mandala Airlines akan melakukan
interview ulang.
"Interview ulang ini untuk merefresh cabin crew saja," imbuhnya.
Fitri menambahkan, separuh kru pilot sudah bergeser tugas ke anak perusahaan lain milik Indigo Partners, pemilik 49 persen saham Mandala. Sedikitnya 50 dari 100 pilot juga telah dialihkan ke maskapai penerbangan Tiger Airlines.